Perbandingan SARS, MERS dengan Covid-19

Sejak akhir tahun 2019, dunia digemparkan oleh virus corona yang berdampak besar dimulai dari kota Wuhan di daerah China. Berbagai penelitian bermunculan untuk mempelajari lebih lanjut akan virus tersebut, termasuk untuk menemukan obat penangkalnya dan pencegah penyebaran lebih lanjut. Banyak peneliti juga menemukan beberapa kesamaan antara virus corona dengan virus yang pernah cukup menggemparkan dunia di masa lalu, yaitu SARS dan MERS. Artikel ini akan membahas akan informasi lebih lanjut mengenai ketiga macam virus tersebut. 

Satu Virus yang Terpecah Menjadi Tiga Macam Penyakit

Bagaikan saudara, ketiga macam penyakit yang terkenal di seluruh dunia ini berasal dari satu jenis kelompok virus. Dengan nama coronavirus, dapat mengakibatkan tiga macam penyakit yang disebabkan oleh virus ini yaitu Covid-19, SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) atau yang sering juga disebut MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus).

Mengenal Keluarga Covid-19, SARS, dan MERS

Ketahui Perbedaan COVID-19 dengan SARS dan MERS - Alodokter
Virus dengan gangguan pernafasan

Kesamaan dari Covid-19, SARS dan MERS

Ketiga virus ini dikenal berasal dari satu jenis yang sama, sehingga sering disebut bersumber dari satu keluarga. Ketiga virus ini merupakan jenis penyakit yang menginfeksi bagian yang sama di tubuh manusia, yaitu saluran pernafasan. Maka dari itu orang yang terinfeksi akan umumnya mengalami gejala sakit yang sama. Sebelum terjadinya perkembangan seperti yang dialami pada kasus terbaru penyakit corona baru-baru ini. Penderitanya dapat mengalami berbagai macam kondisi, dimulai dari skala ringan hingga skala yang tercatat paling berat dialami manusia. Penyakit ini juga menimbulkan gejala yang sama seperti yang sering terjadi pada penderita pneumonia.

Penyakit SARS pertama kali muncul juga di negara China, tepatnya pada tahun 2002 di provinsi Guandong yang terletak di China bagian Selatan. Sedangkan MERS pertama kali muncul di Timur Tengah yang lebih tepatnya di Arab Saudi pada tahun 2012. Dianalisa dari jenis masalah yang ditimbulkan, ketiga penyakit ini ditemukan bersumber dari satu virus yang sama. Meskipun banyak penelitian mengungkap bahwa penyebaran yang disebut dengan kasus transimi zoonosis ini sangat jarang terjadi. Namun penyakit ini ditemukan banyak terjadi akibat cara penularan dari hewan ke manusia dan antar sesama manusia. Beberapa aktivitas dianggap dapat menimbulkan perpindahan penyakit ini dari hewan yang mengidap virus hingga berpindah ke manusia. Beberapa hewan yang menularkan penyakit ini contohnya kelelawar yang berpindah ke musang sebelum menularkan penyakit SARS ke manusia, penularan yang juga dari kelelawar dan berpindah ke unta sebelum menginfeksi manusia dalam kasus penyakit MERS, dan anggapan akan hewan kelelawar dan trenggiling sebagai asal mula penyebaran penyakit Covid-19.

Perbedaan Covid-19, SARS dan MERS

Meskipun berasal dari satu virus yang sama, penyakit Covid-19, SARS dan MERS memiliki perbedaan yang cukup banyak seperti yang akan dijabarkan lebih lanjut.

1. Perbedaan Berdasarkan Masa Inkubasinya

Terdapat perbedaan dalam masa inkubasi yang diperlukan dalam ketiga macam penyakit ini. Waktu inkubasi itu sendiri adalah waktu yang diperlukan dalam virus penyebab penyakit ini berkembang hingga menimbulkan keluhan bagi penderitanya. Atau waktu mulai muncul gejala dari infeksi yang dialami. Waktu yang diperlukan dalam penyakit MERS umumnya berkisar 2 hingga 14 hari yang banyak terjadi pada hari ke-5. Sementara untuk SARS diantara 1 hingga 14 hari yang umumnya terpusat pada hari ke 4 hingga 5. Sedangkan dalam kasus Coronavirus diantara 1 hingga 14 hari, dan mirip dengan penyakit MERS yang titik pusat gejalanya sering timbul dalam waktu 5 hari.

2. Perbedaan Berdasarkan Gejala dan Penyebarannya

Dalam skala ringan, ketiga penyakit ini menimbulkan gejala demam, batuk, nyeri pada tenggorokan, hidung tersumbat, tubuh terasa lemas, sakit kepala serta timbul nyeri pada otot. Memiliki kesamaan dengan pneumonia, penyakit ini dapat menimbulkan gejala demam, batuk yang berintensitas parah, kesulitan untuk bernafas dan irama bernafas yang berlangsung pendek-pendek secara cepat. Namun pada penyakit Covid-19, penderitanya sering mengalami pilek dan masalah dalam pencernaan seperti gangguan saat buang air besar, perut terasa mual dan sering disertai dengan muntah.

Ketiga penyakit ini dikenal ditularkan melalui dua macam cara, yaitu melalui menghirup percikan air liur dari penderita penyakit saat bersin atau batuk. Bisa juga jika cairan yang mengandung virus tersebut menempel di benda dan kemudian disentuh oleh orang sehat lainnya, dimana ia menyentuh hidung atau mulut setelah terkontaminasi tanpa mencuci tangannya terlebih dahulu. Penyakit yang paling mudah menyebar antar sesama manusia dari ketiga jenis ini adalah Covid-19, yang kemudian disusul dengan SARS dan diakhiri dengan MERS. Namun dalam persentase angka kematian yang ditimbulkan dari ketiga penyakit serupa ini, penyakit MERS memegang kedudukan posisi paling tinggi dengan mencapai angka kematian 37%, disusul dengan SARS yang sebesar 10% dan diakhiri dengan Covid-19 yang hingga sejauh ini masih lebih kecil dari SARS. Sedangkan dalam tingkat percepatan tersebarnya, Covid-19 menduduki peringkat paling tinggi dan tersebar begitu cepat jika dibandingkan dengan kedua penyakit lainnya. Berbagai sumber yang telah berhasil dikumpulkan dari seluruh dunia menyebut Covid-19 telah menginfeksi hingga lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia, jumlah yang berkali-kali lebih besar dibanding dua penyakit pendahulunya.

3. Perbedaan Dalam Cara Pengobatannya

Meskipun hingga saat ini belum ada obat yang telah dipatenkan sebagai menyembuhkan penyakit Covid-19, terdapat beberapa macam obat yang dinyatakan dapat membantu peredaran bagi para pasiennya. Obat-obat seperti oseltamivir, lopinavir serta ritonavir sudah memberi hasil yang cukup efektif bagi banyak penderita Covid-19. Meski pengembangannya masih terus berada dalam penelitian untuk menghindari efek samping atau gejala penolakan lainnya. Sedangkan untuk penyakit SARS dan MERS yang sudah terjadi di masa lalu, obat lopinavir, ritonavir, dan obat jenis terbaru seperti remdesivir terbukti efektif dalam mengobati penyakit tersebut. Akibat dari belum ditemukan obat yang pastinya, banyak penderita Covid-19 yang mengalami infeksi cukup berat perlu mendapat perawatan lebih intensif seperti pemberian infus, bantuan oksigen, antibiotik serta obat-obatan yang diberikan untuk mengatasi gejala yang timbul. Penderita dengan gejala yang ringan cukup menjalani isolasi mandiri di rumahnya, sedangkan untuk kasus yang berat (seperti berkaitan dengan aneka penyakit lainnya) harus dirawat di rumah sakit untuk dapat lebih sigap dipantau gejala dan perkembangannya. Hal ini dilakukan supaya pihak tersebut tidak menulari orang sehat lainnya. Berbagai lembaga kesehatan nasional maupun dari negara-negara lain mengutamakan pola hidup yang lebih sehat dalam mengatasi pandemi corona yang masih berlangsung hingga saat ini. Dan menyarankan segala aktivitas bepergian keluar rumah untuk dikurangi sebisa mungkin, serta tak lupa untuk menghindari aktivitas perjalanan keluar negeri dulu untuk berbagai keperluan. Jika memungkinkan, segala aktivitas dilakukan melalui pertemuan secara virtual atau berhubungan dengan sarana komunikasi yang telah tersedia.

Black Death, Virus Dengan Nama yang Mengerikan

Ilustrasi Black Death

Saat ini dunia digemparkan dengan sebuah virus yang menyerang hampir semua warga negara di seluruh dunia. Jutaan macam orang dalam aneka ras, suku, etnis tak dapat luput dari serangan besar ini. Tidak hanya berdampak pada merosotnya kesehatan, faktor ekonomi pun terimbas dengan sangat signifikan. Ribuan tempat bekerja pun mengalami kerugian besar yang berdampak pada kemerosotan ekonomi.

Sejarah Penyakit Black Death

Salah satu dampak besar yang diakibatkan juga karena penyakit pernah melanda daerah Eropa sekitar tahun 1346 hingga 1353 silam. Penyakit ini cukup melanda kawasan Eropa dalam waktu yang panjang yaitu selama 7 tahun. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yersinia yang mengakibatkan wabah bubonic, dan kemudian disebut sebagai penyakit black death. Penyakit ini muncul akibat dari banyaknya berkeliaran jumlah tikus yang membawa penyakit tersebut di dekat masyarakat. Aneka jenis tikus yang tinggal di kawasan tersebut dimulai dari tikus hitam liar, hingga tikus yang dipelihara oleh manusia berpotensi besar untuk terinfeksi hingga menyebarkan penyakit tersebut ke manusia. Asal usul terciptanya nama penyakit ini muncul karena kesalahan dalam penerjemahan bahasa latin yaitu ‘atra’ yang seharusnya berarti mengerikan namun diterjemahkan menjadi hitam. Namun tetap digunakan akibat dari makna keduanya yang berkonotasi serupa. Sesuai dengan namanya yang terkesan menyeramkan, penyakit ini memberi dampak besar di wilayah Eropa pada masa itu. Kurang lebih selama 7 tahun masyarakatnya terus dihantui rasa gentar dan tanpa kepastian kapan penyakit ini akan usai. Mirip dengan kegentaran yang saat ini sedang dialami masyarakat dalam menanti waktu dimana penyakit covid-19 ini akan usai. Bahkan beberapa daerah yang memberi kontribusi dalam jumlah besar akan penderita penyakit ini sering disebut sebagai istilah ‘titik fokus penyakit’ hingga ‘gudang penyebaran penyakit’. 

Sudah menjadi hal yang umum untuk terjadi pada masa itu dimana para anggota keluarga yang ditinggalkan harus membopong tubuh mayat keluar rumah untuk dikuburkan. Dahsyatnya penyakit ini menyebabkan hampir 60% dari populasi masyarakat yang hidup di daratan Florence meninggal akibat penyakit ini. Banyak bermunculan puisi yang populer dari kejadian ini, seperti yang berisi kalimat ‘saya mengubur kelima anak yang kukasihi dengan tanganku sendiri’.

Asal Mula Wabah Black Death

Bakteri yersinia

Sama seperti penyakit covid-19, penyakit black death ini juga berkembang dalam waktu tertentu untuk dapat ditemukan status terjangkitnya pada hewan tikus. Normalnya tikus yang terjangkit dapat bertahan hidup sekitar 10 hingga 14 hari sebelum kemudian mati. Bakteri dari inang tikus yang telah mati ini akan berpindah ke tikus lainnya untuk bertahan hidup. Banyak tikus menjadi lebih lapar saat ditumpangi oleh bakteri ini dalam tubuhnya, hingga akhirnya mulai menyerang manusia. Pada manusia yang terinfeksi umumnya sering terlihat di lokasi paha, bagian lipatan ketiak, atau pada leher yang berubah warna menjadi hitam. Infeksi pada manusia timbul dalam tiga hingga lima hari, sebelum mencapai masa puncaknya dimana 80% dari manusia yang terjangkit kemudian meninggal. Atau kondisi yang banyak terjadi pada masa itu di manusia banyak terlihat pada masa dua puluh tiga hari sebelum kemudian manusia itu meninggal. Fakta lebih parahnya lagi, penyakit ini bisa menyebar dari kutu tikus terjangkit yang menempel di pakaian atau aneka benda yang sering disentuh manusia. Pola penyebaran ini disebut dengan istilah penyebaran akibat perpindahan, atau penyebaran secara metastatik. Dimana pola semacam ini yang berkembang dengan cepat di daerah kota besar atau pusat pedesaan di wilayah perbatasan, yang kemudian berkembang pesat hingga ke aneka wilayah pedesaan dan perkotaan yang cukup padat dihuni manusia. Sama seperti virus korona, penyakit black death ini juga dapat tertular melalui air liur yang keluar saat batuk hingga kemudian masuk ke tubuh manusia lain dan beredar di pembuluh darah.

Mirip seperti penyakit covid-19, penyakit black death ini juga memiliki aneka isu yang muncul selama banyak manusia terjangkit pada masa itu. Seperti ada yang mengatakan bahwa penyakit ini berasa dari China, meskipun penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa wabah ini berasal dari daerah pusat yang berkembang di daerah pantai barat laut Kaspia hingga ke bagian selatan Rusia. Dimana kedua negara ini masih beberapa kali diperdebatkan sebagai sumber dari penyakit fenomenal black death oleh sebagian jenis orang. Beberapa dampak ekonomi juga ditimbulkan antar beberapa negara akibat dari penyakit tersebut, seperti terputusnya kerjasama dagang yang terkenal dengan rute jalur sutra di antara banyak negara China dan Eropa.

Beberapa orang juga menganggap bahwa berkembangnya wabah penyakit masal ini juga merupakan hukuman dari Tuhan akibat dari segala kesalahan yang telah mereka lakukan. Banyak pihak juga menyatakan bahwa penyakit yang membawa maut ini sebagai upah atas begitu besarnya dosa manusia dalam melawan perintah Tuhan. Maka sejak saat itu, banyak orang mulai melakukan tindakan pertobatan sebagai wujud penyesalan atas segala kesalahan mereka. Penyakit black death juga dinilai lebih cepat menyebar selama berada di kapal dalam waktu perpindahan dari suatu wilayah ke wilayah lainnya melalui wilayah perairan. Sedangkan selama di wilayah daratan, penyakit ini menyebar lebih perlahan.

Penyebaran dan Dampak Penyakit Black Death

Penyakit black death ini tercatat menyebar banyak di negara Italia, daerah Afrika Utara dan daerah timur tengah yang dimulai sejak kisaran bulan mei hingga september tahun 1347. Lalu juga menyebar di daerah Mediterania Eropa hingga ke Spanyol di tahun berikutnya, 1348 sejak awal bulan maret. Dan kawasan London Inggris juga turut terkontaminasi sejak tanggal 8 Mei di tahun yang sama hingga meraih puncaknya di sebelum tanggal 24 Juni. Akibatnya hampir seluruh daerah Inggris berada dalam kondisi darurat akibat wabah black death ini hingga tahun 1349. Pada tahun 1348 wabah black death ini mendarat di daerah Norwegia akibat hubungan dagang yang berlangsung dengan Inggris. Sempat mengalami penundaan akibat dari musim dingin yang berlangsung di sana, wabah ini baru berkembang dengan pesat setelah musim semi dimulai. Dimana selanjutnya penyebaran penyakit ini berkembang hingga ke Jerman akibat penularan yang begitu cepat terjadi selama penumpang di kapal terkontaminasi.

Akibat begitu maraknya penyebaran penyakit black death ini, banyak perumpamaan menyampaikan hanya satu sosok yang berhasil menguasai dunia. Tokoh besar Napoleon tidak berhasil menguasai daratan Rusia. Sosok fenomenal Hitler yang ditakuti banyak orang juga tidak berhasil menguasai dunia. Bahkan rezim Stalin yang terkenal selama masa periode perang dunia kedua, tidak kalah mengerikan dari Hitler hanya berhasil membunuh separuh dari populasi manusia. Hanya satu sosok yang berhasil menguasai dunia pada masa itu, hingga memberi rasa takut yang dahsyat bagi masyarakatnya. Tak lain lagi sosok ini adalah penyakit black death. Penyakit berskala multinasional ini tercatat berhasil mengurangi jumlah yang besar dari populasi masyarakat Eropa, yaitu sekitar 20 hingga 30%. Populasi masyarakat Eropa yang disensus berkisar 80 juta penduduk berkurang drastis hingga 50 juta diantaranya meninggal akibat black death. Hanya dua negara yaitu Islandia dan Finlandia yang berhasil menghindari ancaman penyakit black death ini bagi segenap masyarakatnya, Hal ini dikarenakan kedua wilayah tersebut hanya memiliki populasi yang kecil dan sangat minim berinteraksi dengan masyarakat luar seperti dalam kebutuhan perdagangan. Seperti banyak jenis penyakit lainnya, penyakit black death ini membuat kalangan wanita dan anak-anak memiliki riwayat angka kematian yang lebih tinggi dibanding kaum pria dewasa. Transformasi besar yang terjadi pada waktu ini sering disebut sebagai kejatuhan daratan Eropa yang paling dramatis bagi komunitas di era akhir zaman medieval sebagai kisah tragedi yang besar khususnya bagi masyarakat Eropa.

Virus-Virus Yang Sempat Gemparkan Dunia

Saat ini, virus yang bernama Corona atau COVID-19 sedang menjadi pusat perhatian oleh dunia. Berasalkan langsung dari sebuah Negara yakni China, di wilayah Wuhan menjadi sebuah virus baru yang sudah menyebar keseluruh Negara yang ada. Salah satunya Indonesia dan juga menyerang Amerika Serikat dengan banyak sekali menajtuhkan para korban. Termasuk lagi di benua Eropa, lebih tepatnya di Negara Itali juga menghabiskan ribuan orang meninggal akibat terserang virus tersebut.

Virusnya ini sudah ada sejak tahun 2019 lalu pada bulan Desember, dan di bulan Januari 2020 lah menjadi kemunculan terbesar dari virus tersebut. WHO selaku organisasi kesehatan dunia ini sudah mengidentifikasikan bahwa virus ini sebagai virus 2019-nCoV.

Dari beberapa data memang langsung bermunculan di pertam kalinya, pada kesehatan China sudah menyebutkan virus ini bisa langsung menyebar dari manusia ke manusia dengan menyebabkan adanya Pneumonia atau dikenal dengan radang paru-paru yang parah. Selain dari virus ini, ternyata ada juga beberpa virus lainnya yang memang sempat menggemparkan dunia. Berikut ini adalah kejelasan artikelnya.

Virus Yang Sempat Gemparkan Dunia

~ Virus Flu Burung

Dilansir oleh salah satu media, bahwasannya Flu Burung ini pertama kalinya sudah ditemukan langsung di sebuah Negara Italia sejak tahun 1878. Akan tetapi, baru muali terkenalnya di dalam sebuah wabah yang memang besar dan langsung melanda adanya peternakan ayam di Negara Amerika Serikat di tahun 1924 sampai 1925. Dimana saat itu Flu Burung ini memang masih bisa untuk menular diantara adanya sebuah ungags dan juga belumlah terjadi pada hewan-hewan yang lainnya juga.

Terlansir di tahun 1997, mengenai flu burung ini memiliki tipe H5N1 yang mulai langsung menjangkiti adanya sebuah peternakan ayam yang berada langsung di Hongkong. Dalam kurun waktu 2 bulanan, flu ini barulah melakukan penularan ke seorang anak laki-laki dengan usia 3 tahunan. Mengenai obat ?… belum ditemukan, sehingga anak yang terjangkit pun harus meninggal dunia. Selain itu sudah ada 17 orang yang terjangkit virusnya yang berada di Hongkong pada bulan Desember 1997 dn pemerintah juga mulai untuk membinasakan adanya 1,5 juta ayam yang ada.

Virusnya sendiri menyerang Radang Selaput Otak. Dan dari 17 orang ini, 5 dianataranya sudah meninggal dunia, dan yang terjadi totalnya 6 orang yang meninggal dunia. Tahun 2003 H5N1 sempat menyerang Negara Hong Kong serta menularkan 2 orang yang kemudian 1 orangnya meninggal dunia. Virus ini bisa berubah menjadi sebuah subtype virus sehingga nantinya bisa menular ke spesies lainnya yang termasuk ke manusia juga.

dan tercatat juga di tahun 2004 pada bulan Januari akhir, di Indonesia sendiri sudah terjangkit flu Burung dengan menyebabkan adanya sebuah kematian dengan 10 juta ayam petelur. Dan penyakit ini memang sudah di mulai sejak tahun 2003 dan tepat di bulan Oktober mengenai kematian ayam petelur di Indonesa sudah terjadi langsung di Jawa Timur.

~ Virus Flu Babi

Virus ini ditemukan langsung dinegara Meksiko, Amerika Serikat, Selandia Baru, Israel serta Perancis pada tahun 2009 silam. Dalam hal ini, pemerintah sudah mengambil beberapa langkah dan Jepanglah langsung untuk memperketat adanya pemeriksaan pada penumpang dari Meksiko yang nantinya turun di bandara Internasionalnya itu. da

Mengenai petugas karantina, memang sangatlah giat untuk membagikan adnaya maske untuk menutupi bagian hidung serta bagian mulut dan juga memakai adanya teknologi pada kamera pemindai pada panas tubuh terhadap para penumpang ntuk bisa memastikan adaya sebuah gejala-gejala flu atau juga gejala demam.negara lainnya seperti Korea Selatan, China serta Taiwan juga melakuakn kebijakan yang sama terhadap virus yang satu ini.

WHO sendiri juga sudah langsung menyatakan adanya langsung pandemic dari Influenza A-H1N1 yang memang sudah bergerak ke seluruh penjuru dunia dnegan memiliki seuah kecepatan yang luar biasa di luar dari pemikiran. Untuk Flu Babi ini sendiri masuk ke Indonesia memang langsung melalui para wisatawan yang memang  sedang pergi ke daerah yang terjangkit Flu tersbut.

~ Virus Cacar Monyet

Pada bulan Mei tahun 2019 lalu, Singapura untuk pertama kalinya melaporkan adanya kasus mengenai Cacar Monyet atau Monkeypox pada bulan Mei 2019 lalu. Penyakitnya sendiri memang sudah di bawa langsung oleh seorang pria dengan usia 38 tahun yang berasalkan langsung dari Negara Nigeria. Mengenai gejala yang dialami seperti adanya Demam, lalu benjolan pada kulit-kulit, adanya nyeri otot dan juga kedinginan yang melanda. Penyakit ini sendiri menjadi penyakit yang berasal langsung dari Negara Afrika Tengah dan juga Afrika Barat. Kurang lebih ada 23 orang sedang melakukan kontak dengan pria tersebut dan mereka yang berada langsung di Singapur akan mendapatkan masa karantina selama 21 Hari.

Terlansir pada tahun 2019 di bulan Mei lalu, kasus dari Cacar Monyet ini untuk pertama kali mendapatkan sebuah laporan tahun 1970 menjadi tahun Republik Demokratik Kongo ada tersebar kasus tersebut.

Di tahun 2003 silam juga kasus ini terlaporkan di Negara Amerika Serikat dengan mengakibatkan adanya manusia dengan Praire Dog. Atau di jelaskan menjadi hewan pengerat makanan rumput yang memang sudah terinfeksi langsung dari adanya tkus Afrika. Virus ini sebenarnya terjadi karena adanya penularan dari Monyet, lalu dari tikus gembia dan juga tupai.

~ Virus SARS

Severe Acute Respiratory Syndrome menjadi sebuah syndrome pada pernapasan yang parah. Penyebaran dari virus ini memang memicu sebuah kepanikan di mana-mana. Akibat dari virus ini, banyak sudah orang-orang untuk membatalkan adanya kunjungan ke Negara-negara yang terjangkit virus tersebut.

Di beberapa daerah juga menurut catatan WHO telah terjangkit virus tersebut. Yakni di daerah Beijing, Guangdong, Shanxi dan juga Hongkong yang berada di Negara China. Ada juga Negara Taiwan, Vietnam, Kanada serta Singapura.

Kasus SARS untuk pertama kalinya ada di dunia ini sudah tercatat di daerah Guangdong tahun 2002 silam. Penyakitnya sekilas mirip dengan flu yang langsung memakan korban jiwa sebanyak 349 orang di China, 774 orang di Negara-negara lainnya. Mengenai orang terinfeksi sampai 8.000 orang. Mengenai gejala dari SARS ini sendiri dimulai dari adanya demam, lalu suhu badan sudah mencapai diangka 38°C dengan ditambah adanya batuk-batuk dengan tipe kering, sesak napas dan juga sudah pernah langsung berkontak dengan para penderitanya di Negara yang terkena kasus SARS ini.

~ Virus Ebola

Virus Ebola adalah salah satu virus parasit paling berbahaya dan juga mempunyai sifat menular. Bila kalian tertular maka 90% dapat dipastikan akan membawa kematian. Virus ini adalah virus yang paling berbahaya dan mematikan, virus ini dapat membunuh korbannya dalam hitungan hari.

Virus Ebola termasuk salah satu dari virus penyebab demam berdarah. Gejala yang muncul ketika terkena virus ini adalah demam, diare, pendarahan, dan juga muntah – muntah.

Dilansir dari salah satu situs, pada 3 Juli 2014. Virus Ebola sudah merebak di Negara Afrika pada januari 2014. Tetapi WHO menyebutkan bahwa pertama kali virus ini teridentifikasi di Republik Demokratik Kongo dan juga Zaire pada 1976. Setelah 6 bulan berlalu pada Januari 2014 di laporkan bahwa 500 orang tewas dan juga jumblah korban terus melonjak.

Dilansir dari sala satu situs bahwa, pada tanggal 15 januari 2016 virus Ebola telah memakan korban jiwa kurang lebih 11.000 orang di seluruh Afrika Barat sesudah muncul di Guinea bagian Selatan pada Desember 2013.

WHO mengumumkan bahwa pada 14 Januari 2016 Virus Ebola yang melanda Afrika Barat selama 2 tahun telah hilang. Negara Liberia adalah Negara terakhir yang terkena virus Ebola dan kini sudah dinyatakan bersih dari virus Ebola.  

Flu Spanyol Virus Mematikan Seperti Corona

Saat ini pandemic yang di sebabkan oleh virus bernama Corona atau COVID-19 ini masih saja terus berjalan di seluruh dunia dengan menggulingkan banyak orang dari setiap negaranya. Kurang lebih sudah menyerang ratusan ribu orang yang ada di seluruh dunia dan menyebabkan korban jiwa hingga puluhan ribu jumlahnya. Wabah inilah yang sampai saat ini membuat seluruh manusia panic dalam segala tindak yang ingin dilakukan dalam setiap geraknya.

Dari adanya pandemic virus ini, semua agenda dengan skala Internasional ini harus di tunda , banyak pekerjaan yang tertunda, PHK menyebar di beberapa kalangan perusahaan yang ada, dan semua itu berasal dari sebuah virus bernama Corona ini. untuk virus ini sendiri sudah masuk ke Indonesia yang sudah menyerang banyak sekali orang dengan kurang lebihnya 200 orang dinyatakan meninggal karena pandemic yang satu ini.

Pandemic Flu Spanyol

Namun, di Zaman dulu ada juga virus yang mematikan yakni Flue Spanyol namanya pada tahun 1918, yang dikatakan lebih berbahaya daripada Corona ini. penyakit ini juga telah di kabarkan pada sebuah kantor berita di Spanyol adanya karakter epidemic yang memang telah muncul di Spanyol. Dan untuk kantor berita itu mengabarkan juga adanya Epidermi sifatnya sendiri ringan. Dan 14 hari setelah laporan tersebut yang telah menginfeksi 100.000 orang yang pada akhirnya penyakit ini sudah berubah menjadi pandemic.

Dari sinilah kita bisa ketahui beberapa fakta mengenai sejarah Flu Spanyol juga sampai ke Indonesia tahun 1918

#1 Mengenali Gejala Dari Flu Spanyol

Untuk gejala dari Pandemic yang satu ini ialah sakit kepala dan juga adanya kelelahan yang langsung di ikuti dengan batuk kering, kehilangan nafsu makan serta mengalami sebuah gejala dengan timbul pada masalh di bagian perut. Nantinya, di hari kedua ini sang penderita akan mengeluarkan keringat dan juga mendapatkan penderitaan pada gangguan pernapasan. Lalu gangguan pernapasan inilah yang nanti masuk pada tahapan pneumonia yang jauh lebih berkembang buruk lagi.

Dalam sebuah buku Mark Humphries yang memiliki sebuah judul dengan nama The Last Plague, Pneumonia, ataupun adanya kompilasi pernapasan yang di sebabkan langsung adanya flu sering menjadi penyebab utama kematian. Hal inilah yang menyebabkan mengapa nantinya ada kesulitan untuk menentukan jumlah yang pastinya penderita yang dpastikan meninggal karena penyakit tersebut.

Dan dari situlah, penularan tersebut di sebabkan karena adanya virus itu menular melalui udara, sehingga memiliki jangkauan lebih luas lagi dan bisa membuatjumlah korbannya ini sangat tinggi. Dan ini tercatat 60% dari sebuah populasi dunia yang langsung tertular karena virus ini.

#2 Flu Spanyol Ini Menyebar Sampailah Di Indonesia

Ini dilansir dari sumber yang sama, dimana adanbya Flu Spanyol yang kemungkinan bisa masuk ke Indonesia melalui sebuah jalun darat. Dan dari sini adanya Pemerintah Hindia Belanda yang sudah mencatat, bahwasannya virus ini sendiri di bawa untuk pertama kali oleh penumpang kapal dari Malaysia dan juga Singapura yang langsung menyebar melalui wilayah Sumatera Utara.

Virus ini sendiri kemudian datang dan menyerang kota-kota besar yang ada di Pulau Jawa pada Juli 1918 yang awal penyebarannya, penduduk di sekitar tidaklah sadar adanya sebuah virus yang bisa menyebar cepat dan juga mengamuk dengan sangat ganas. Apalagi saat itu adanya sebuah perhatian pemerintah yang langsung tertuju pada sebuah penanganan penyakit menular lainnya seperti halnya Kolera, Pes dan juga Cacar.

#3 Langsung Menyerang Kota Besar Di Pula Jawa

Untuk awal kedatangannya sendiri di Indonesia ini, hanyalah sedikit orang yang memanglah udah berfikir bahwasannya flu Spanyol ini sudah berbahaya. Bahkan dikabarkan juga Asosiasi Dokter Batavia untuk bisa menyimpulkan bahwasannya flu Spanyol ini tidaklah berbahaya jika di bandingkan dengan flu lainnya.

Untuk akibat ini sendiri, bisa di hitung dalam hitungan, dengan adanya virus yang menyebar ke Jawa Barat yakni Bandung, Jawa Tengah yakni Purworejo dan juga Kudus, serta Jawa Timur yakni Kertosono, Surabya dan juga Jatiroto. Selain daripada Pulau Jawa, virus ini juga sudah menjangkit aanya Kalimantan yakni Banjarmasin dan juga Pulau Laut sebelum sampai di Bali, Sulawesi dan beberapa Pulau di sekitarnya.

#4 Terdapat Kesalahpahaman Atas Flu Spanyol Ini

Kesalahapahaman ini menimbulkan dari sebuah penyebab dari telatnya penanganan terhadap pandemic tersebut. Disini terdapat Dinas Kesehatan Sipil Hindia Belanda atau BGD yang bahkan sempat salah dengan cara mengira penyakit itu ialah Kolera. Akibatnya sendiri, setelah muncul berbagai macam gejala, pemerintah langsung yang memang menginstruksikan BGD yang mengadakan Vaksin Kolera pada tiap daerah. Kesalahan di dalam penanganan ini juga membuat jumlah korban meninggal makin banyak yang memang sebagian besar dari kalangan Tionghoa dan Bumiputera.

Selain daripada itu adanya sebuah pengamatan dari BGD , gejala yang memang biasanya muncul dari virus persis sekali dengan adanya Flu biasa. Penderita ini sendiri biasanya si merasa pilek berat, lalu batuk kering, bersin-bersin, dan juga merasakan sakit kepala akut di awalnya. Bukannya makin mereda, namun di hari ke 4 atau juga ke 5, virus ini sudah menyebar hingga adanya paru-paru dan juga telah berkembang menjadi pneumonia. Dan kalau penderita ini sudah sampai tahapan ini kecil yang memungkinkan bagi dia untuk bisa bertahan.

#5 Terdapat Gelombang Ke 2 Dalam Penyebaran Virus

Disini adanya sebuah gelombang pertama yakni dari bulan Juli sampai bulan September yakni dengan adanya virus yang hanya menyerang pada pulau-pulau besar di Indonesia. Dan untuk gelombang ke 2 ini adanya di bulan Oktober sampai bulan Desember yakni terdapat sebuah virus yang memang telah sampai pada pulau kecil Nusantara. Dan bahkan pada bulan Januari tahun 1919 virus ini pun masih menyerang di Pulau Buton.

Bersumber dari Harian Sin Pao untuk menyebutkan karena virus itu, ada juga 200 pekerja perkebunan di Jawa Bara dengan terinfeksi pandemic sehingga nantinya tidak bisa untuk bekerja. Dan hal ini sendiri membuat sebuah produksi kopi menjadi terhambat. Dan sementara itu pun di Padang, adanya kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah menjadi terhentikan dikarenakan adanya sebuah mayoritas murid dan juga guru yang langsung terinfeksi Flu Spanyol.

#6 Banyaknya Korban Jiwa

Untuk peristiwa ini juga sangat mengerikan pada saat itu. Dimana, adanya banyak korban meninggal berjatuhan. Ddan pada November 1918, adanya jumlah Penduduk di Indonesia yang memang meninggal karena adanya Flu Spanyol yang memiliki jumlah sebanyak 402,163 Jiwa. Namun untuk sebenarnya , tidak diketahui dengan pasti berapa saja jumlah korban yang sudah tumbang karena pandemic Flu Spanyol ini.

Dilansir oleh Collin Brown di dalam buku berjudulkan The Influenza Pandemic 1918 In Indonesia, untuk Jumlah korban Flu Spanyol di Indonesia sendiri memiliki jumlah 1,5 juta jiwa. Sementara itu adanya Flu Spanyol yang menyebabkan presentase kematian yang ada di Jawa Tengah dan juga Jawa Timur dengan naik 2 kali lipat bahkan lebih.

Kasus Corona Terbanyak Saat Ini Di Amerika Serikat

Bumi saat ini sedang di landa musibah dengan merambahnya wabah Corona atau COVID 19 yang dimana menyebabkan seluruh dunia kewalahan atas virus berbahaya ini. banyak sudah kasus yang menyebabkan orang-orang meninggal dunia akibat adanya virus yang satu ini. berasal dari Wuhan yang lambat laun merebak ke seluruh dunia tanpa terkecuali Negara Indonesia ini. untuk kasus di Indonesia untu perhari ini 2 April 2020 telah mencapai kasus 1,677 orang terkonfirmasi PDP, negative terkena baru sekitaran 5.516 dengan sembuh di angka 103 dan jumlah yang meninggal di angka 157 orang. Sementara itu, kabar terbarunya di dunia ini USA mencapai 937, 941 kasus, dengan yang meninggal terhitung sudah di angka 47,273 jiwa dan untuk recovered nya 195, 188 jiwa.

Untuk saat ini juga, Donald Trump selaku presiden di AS ini memperpanjang adanya Social Distancing sampai pada bulan April, Akhir. Dalam hal ini dirinya juga mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih, akan mengatakan puncak penularan virus corona yang akan terjadi dalam kurun waktu 2 minggu.

Yang Terjadi Di Amerika Serikat Saat Ini

Sekedar info tipis yang bisa ketahui mengenai kasus corona yang ada di dunia terutama di Amerika Serikat ini ialah :

  • AS menjadi salah satu pusat penyebaran atas kasus corona yang ada dan juga paling tertinggi dengan jumlah kasusnya lebih dari 140 ribu.
  • Donald Trump selaku presiden di Amerika Serikat juga mengutarakan bahwasannya rumah sakit disana menyembunyikan alat ventilator yang kemudian langsung di bantah oleh dirinya.
  • Saat ini , Negara Amerika Serikat sebagaian kota besarnya memang meminta sebuah peralatan tambahan dikarenakan semakin meningkat saja kasusnya di Negara tersebut.

# New York, menjadi kota penyebaran virus Corona

Untuk yang satu ini, menjadi hal utama yang mungkin mendasari kejadian kasus corona di AS terus menambah. Pasalnya, ini memanglah menjadi sebuah factor yang menyebabkan jumlah kasus dari Corona semakin meluas di Amerika Serikat dan tepat di Kota New York. Dimana, kasusnya di setiap hari semakin bertambah saja jumlahnya berkat hasil dari pemeriksaan Covid 19 yang diserentakan secara masal setelah di lakukannya oleh pemerintah daerah di dalam beberapa waktu terakhir ini.

Pemerintah menggelar pemeriksaan masal ini untuk puluhan ribu warga yang ada di Kota New York yang benar-benar mengikuti tes Covid 19 ini. untuk saat ini, baru di kabari saja yang terkena virus Corona di AS baru mengalami gejala ringan saja seperti Demam dan juga adanya Pneumonia.

# Jumlah Yang Kurang Akan Ventilator Di AS

Tahukah kalian dengan alat Ventilator ?.. yang di maksudkan dengan alat ventilator ini sendiri ialah sebuah mesin yang memang memiliki fungsi untuk bisa menun jang atau membantu pernapasan bagi setiap pasiennya. Pasalnya, alat ini memang benar-benar berguna bagi kalian yang tidak bisa bernafas dengan sendirinya.  Bisa saja terjadi karena ada penyakit atau karena cedera yang mengharuskan kalian menggunakan alat itu. Tujuannya sendiri, agar nantinya pasien bisa mendapatkan asupan oksigen yang sangatlah cukup.

Namun, mirisnya karena kondisi di rs Amerika Serikat mengalami kewalahan pada penanganannya ini. untuk 1 ventilator bisa di gunaka untuk 2 orang saja.

Di kota New York ini sendiri terdapat kawasan bernama Lousiana yang terdampak juga terkena virus corona ini. Gubernur disana, John Bel Edwards mengatakan sudah bahwasannya fasilitas medis disana sudah habis. Terutama sekali fasilitas medis yang kehabisan kmar dan juga ventilator untuk pasien benar-benar sudah tidak tersedia cukup banyak bagi pasien yang sudah terpapar penyakit ini., jika saja penumpukan pasien ini tidak secepatnya di minimalisir maka 2 sampai 3 April 2020 persediaan ventilator akan segera abis. Dan mengenai kamar pasien akan habis di isi sehingga sampai tanggal 7 April 2020 saja.

# Mengenai Dsitribusi sangat lamban alat ujinya

Terlampir dari data laporan USA Today yang mengatakan adanya sebuah kota di barat daya Florida yang memanglah memiliki penduduk dengan rata0rata usiannya itu mencapai 66 tahun, da nada juga rumah sakit yang tiba-tiba langsung menghentikan tempat dari pengujian drive through mereka dikarenakan kehabisan alat ujinya. Dokter yang berada di Winter Heaven tepat di salah satu kota di Florida ini sekitar 10 hari menunggu untuk bisa benar-benar mendapatkan hasil tes dari COVID 19.

Sedangkan untuk di wilayah Miami bagian Selatan ini , lingkungannya juga sudah di kelilingi dengan adanya rumah-rumah pension yakni presiden komunitas rumah sakit yang sampai saat ini mengambil sebuah pinjamannya sebesar US $ 380,000 dari rumahnya sendiri untuk melakukan pengamanan pengiriman 1000 alat tes seminggu untuk bisa di gunakan dalam beberapa bulan kedepanya.

# Tidak setuju jika di lakukan Lockdown Menyeluruh

Selain factor yang sudah mimin jelaskan itu, presiden Donald Trump sendiri juga tetap bersikeras untuk tidak melakukan Lockdown secara menyeluruh di Amerika Serikat. Menurut dari Trump sendiri, ini menjadi suatu hal yang sangat berlebihan. Bahkan, Trump sendiri juga tahu akibat adanya krisis corona akan berakhir sebelum hari paskah yang sudah jatuh pada 12 April nanti. Trump sendiri langsung mengutarakan bahwasannya dirinya ini sangat senang hati untuk bisa membuka Negara ini dan juga siap untuk acara paskah.

# Korban yang tercapai di AS sebanyak 200 Ribu Orang

Hal ini yang banyak di sorot sekali oleh mata dunia. Dimana, angka yang di berikan tinggi sekali untuk korban jiwa yang sudah meninggal. Nah, keputusan dari Washington ini telah muncul setelah adanya Direktur Institut Penyakit Menular dan juga Alergi yang ada di Amerika, serta Anthony Fauci yang juga sudah mengatakan kepada CNN kurang lebihnya ini bahwa wabah corona ini bisa untuk memakan korban diantara 100 ribu sampai juga puncaknya 200 ribu.

Di kutip dari Dr. Fauci juga mengatakan apapun itu model yang memang kita gunakan untuk membuat sebuah pediksi yakni selalu ada sebuah scenario yang terburuk dan juga scenario terbaik.

Namun, setelah adanya sebuah pertemuannya dengan sang Presiden Trump , Dr Fauci ini sendiri juga bersikap yang sangat melunak dengan melakukan pernyataan yang memungkinkan dari jumlah korban yang ad. Dirinya juga mengatakan scenario terburuk ini juga sudah terjadi di Amerika Serikat. Jika nantinya warga yang ada di Negara tersebut tidak mengikuti petunjuk agar tidak keluar rumah, maka meminimalisir adanya virus corona ini jadi semakin sulit saja pastinya.

Dan Dr. Fauci ini sendiri juga menambahkan adanya perpanjangan pada masa social distancing ini sebagai langkah yang bijak.

Nah, itu tadi yang membuat Amerika Serikat menjadi Negara dengan kasus corona paling tinggi saat ini di mata dunia.