Fakta Happy Hypoxia, Gejala Baru Covid-19

Jakarta Gejala COVID-19 yang sekarang ini terus berkembang sering dengan berjalannya waktu. Baru-baru ini telah ditemukan sebuah istilah Happy Hypoxia pada penderita COVID-19. Happy Hypoxia sendiri nantinya dapat muncul tanpa adanya gejala dan pada akhirnya bisa berakhir fatal jika nantinya tidak segera ditangani. Happy Hypoxia sendiri sudah berhasil ditemukan dan banyak terjadi pada pasien dengan gejala COVID-19 tanpa gejala atau yang di sebut dengan OTG. Adanya gejala baru ini nantinya membuat orang harus waspada setiap saat. Gejala Happy Hypoxia sekarang ini seringkali tidak muncul, sehingga orang-orang tetap saja berkegiatan seperti biasa.

Fakta Happy Hypoxia, Gejala Baru Covid-19

Happy hypoxia atau yang disebut juga dengan silent hypoxia dan hypoxia, sebuah kondisi ketika nantinya tubuh tidak merasakan sebuah gejala seperti halnya sesak napas, tapi jika kadar oksigen nantinya ada di dalam jaringan kemudian diperiksa, akan didapat sebuah hasil yang sangat rendah. Perlu diketahui juga bahwa tekanan oksigen dalam arteri yang normal biasanya akan berada di kisaran 75 sampai dengan 100 milimeter merkuri atau mm Hg.

Bila tekanan oksigen yang nantinya berada di bawah 60 mmHg, hal itu menunjukkan bahwa tubuh memerlukan sebuah oksigen tambahan. Sementara bila diperiksa dengan menggunakan pulse oksimetri, konsentrasi oksigen yang ada di dalam jaringan yang normal adalah 95-100 persen.

Apa sebenarnya Happy Hypoxia dan bagaimana cara mengenalinya? Berikut ini akan dibahas beberapa fakta mengenai Happy Hypoxia yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

Penyebab Hypoxia

Dilansir juga dari Medical News Today, Hypoxia adalah suatu kondisi di mana tidak cukupnya oksigen yang masuk ke dalam sel dan jaringan di tubuh. Hypoxia terjadi ketika nantinya di dalam tubuh seseorang kadar oksigennya sangat rendah dalam darah, membuat jaringan tubuh pada akhirnya tidak mendapatkan cukup oksigen. Oksigen yang diperlukan tubuh normalnya yaitu adalah 95 hingga 100 persen. Tingkat saturasi oksigen sendiri yaitu sekitar 95 persen dan dianggap normal untuk kebanyakan orang sehat.

Tingkat 92 persen sendiri biasanya menunjukkan potensi hipoksemia, atau sebuah kekurangan oksigen dalam mencapai jaringan yang ada di dalam tubuh. Hypoxia sendiri terjadi ketika oksigen dalam tubuh mencapai kurang lebih dari 90 persen. Tanpa adanya oksigen, otak, hati, dan organ lainnya pasti dapat rusak hanya dalam beberapa menit saja setelah gejala tersebut dimulai. Hypoxia dapat menyebabkan banyak komplikasi serius yang juga bisa mengancam jiwa.

Mengenal ‘Happy’ Hypoxia

Istilah Happy Hypoxia sendiri mulai muncul ketika ada beberapa gejala-gejala dari virus COVID-19 berkembang. Penelitian tentang Happy Hypoxia sendiri sudah mulai dipublikasikan pada awal Juli lalu. Happy Hypoxia sendiri juga disebut dengan nama Silent Hypoxemia. Kondisi ini sendiri sempat membingungkan para ilmuwan. Ini karena gejala Happy Hypoxia yang berbeda dengan gejala Hypoxia yang terjadi pada umumnya.

Salah satu nya adalah gejala umum dari Hypoxia adalah pasien yang mengalami sesak nafas. Pada kasus Happy Hypoxia sendiri, pasien tidak mengalami gejala sesak nafas, bahkan pasien sendiri nantinya bisa beraktivitas secara normal. Meski tanpa adanya gejala, orang yang mengalami Happy Hypoxia sendiri nantinya telah mengalami penurunan fungsi organ akibat kurangnya kadar oksigen yang ada di dalam darah.

Menurut Martin J. Tobin, MD, yang juga telah dilansir dari Loyola Medicine, ketika kadar oksigen yang ada di dalam tubuh menurun pada pasien dengan virus COVID-19, otak nantinya tidak merespons sampai oksigen turun ke tingkat yang sangat rendah (di mana pasien biasanya akan menjadi sesak napas). Inilah yang disebut dengan nama Happy Hypoxia.

Gejala Happy Hypoxia

Gejala happy hypoxia sendiri muncul di saat kadar oksigen yang ada di dalam tubuh menurun dengan cara drastis. Gejala Happy Hypoxia berbeda dengan Hypoxia biasanya. Jika gejala Hypoxia yang pada umumnya berupa sesak napas, orang dengan gejala Happy Hypoxia seringkali mereka nantinya tidak mengalami gejala ini.

Orang dengan Happy Hypoxia bahkan bisa berkegiatan seperti biasanya padahal organ-organ vital yang ada di dalam tubuhnya sudah mengalami sebuah kerusakan perlahan karena kekurangan kadar oksigen di dalam darah. Gejala Happy Hypoxia ini sendiri bisa tidak dirasakan sampai seseorang nantinya mengalami sebuah kegagalan organ. Kondisi inilah yang nantinya bisa membuat pasien meninggal dunia, padahal sebelumnya mereka akan terlihat sehat dan biasa-biasa saja.

Penyebab Penyakit Pneumonia

COVID-19 pada dasarnya adalah sebuah penyakit atau virus yang menyerang pernapasan. Tingkat oksigen yang ada di dalam darah ditemukan sangat rendah pada beberapa pasien COVID-19. Gejala Hypoxia sendiri memang umumnya akan terjadi pada orang dengan masalah pernapasan. Akibatnya, Happy Hypoxia sendiri dapat menyebabkan kegagalan dari beberapa organ. Kegagalan organ yang sering terjadi akibat penyakit Happy Hypoxia adalah paru paru, jantung, dan juga otak. Organ lainnya seperti hati dan juga ginjal juga dapat terjadi akibat Hypoxia Ini .

Kegagalan organ tubuh menunjukkan matinya jaringan yang ada di dalam organ tersebut, seperti otak, paru-paru, dan jug hati yang tidak lagi berfungsi normal. Happy Hypoxia yang bisa muncul tanpa gejala dan dapat menyebabkan matinya fungsi organ. Ini bisa berakibat pada sebuah kematian diam-diam. Happy Hypoxia menyebabkan seseorang nantinya akan mengalami kekurangan oksigen dalam darah tanpa adanya gejala apapun. Akibatnya, kondisi ini kerap tidak ditangani dengan cepat yang pada akhirnya akan berujung pada kematian secara tiba-tiba.

Cara mengenali Happy Hypoxia

Karena merupakan sebuah kondisi tanpa gejala, Happy Hypoxia ini hampir sangat sulit untuk dapat dikenali dan juga di deteksi. Cara yang cukup akurat dan terjangkau untuk dapat mengenali adanya Happy Hypoxia adalah dengan pengecekan dari kadar oksigen yang ada di dalam darah menggunakan Pulse Oximeter.

Dilansir dari Healthline, Pulse Oximetry atau sebuah oksimetri nadi adalah tes non-invasif dan tanpa rasa sakit yang nantinya akan dapat mengukur tingkat saturasi oksigen. Pulse Oximetry merupakan sebuah perangkat kecil seperti klip yang nantinya akan menempel pada bagian tubuh, seperti jari kaki ataupun daun telinga.

Alat ini yang juga paling sering dijepitkan pada jari dan sering digunakan dalam pengaturan perawatan kritis seperti halnya yang ada di ruang gawat darurat atau rumah sakit. Beberapa dokter, seperti ahli paru, mungkin akan menggunakannya untuk sebuah pemeriksaan.

Pulse Oximetry juga sekarang ini telah banyak dijual di tempat kebutuhan medis. Alat ini nantinya bisa ditemukan dengan mudah dan dimiliki oleh siapa saja. Menggunakan Pulse Oximeter bisa membantu anda mengetahui tingkat dan saturasi dari oksigen yang ada di dalam tubuh dan mengenali tentang gejala Happy Hypoxia secara dini.

Demikian itulah beberapa fakta menarik tentang Happy Hypoxia yang menjadi salah satu ciri seseorang terinfeksi virus Covid-19. Anehnya penyakit ini terkadang tanpa gejala, jadi sangat berbahaya apabila lambat ditangani.

Cara Sembuh dari Covid-19 Isolasi Mandiri di Rumah

Jumlah dari para penderita yang dinyatakan positif Covid-19 sekarang ini masih menunjukkan grafik yang terus meningkat. Ini berarti angka penambahan mereka yang telah terpapar virus Corona sekarang ini masih belum terhenti. Apalagi dari sejumlah mereka yang telah dinyatakan positif Covid-19 ternyata sebagian besarnya terjadi tanpa adanya gejala. Jenis penderita inilah yang nantinya akan sangat beresiko tinggi menularkan ke orang lain. Ini karena mereka akan tetap beraktivitas seperti biasa, karena tubuhnya yang tidak merasakan sakit, padahal secara tidak sadar mereka sudah terinfeksi Covid-19.

Cara Sembuh dari Covid-19 Isolasi Mandiri di Rumah

Bagi penderita positif Covid-19 yang tergolong tanpa gejala, penanganannya pun sebenarnya tidak perlu dirujuk ke rumah sakit, cukup dengan melakukan sebuah isolasi mandiri di rumah yakni selama 14 hari. Tidak hanya untuk yang tanpa gejala saja, mereka yang positif Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang pun, juga disarankan cukup melakukan sebuah isolasi dan perawatan secara mandiri di rumah.

Selama isolasi mandiri yang di lakukan di rumah selama 14 hari, bukan berarti hanya berdiam diri saja. Tetapi ada sejumlah tindakan dan juga perawatan yang nantinya harus dilakukan agar nantinya dapat sembuh dari Covid-19.

Tentunya juga harus melakukan berbagai macam protokol kesehatan yang berlaku selama di rumah, agar nantinya anggota keluarga yang lainnya tidak tertular. Apa saja kah yang nantinya harus dilakukan selama menjalani sebuah isolasi mandiri di rumah agar nantinya dapat membasmi virus Corona yang ada di dalam tubuh? Ada beberapa hal yang penting untuk dilakukan dan juga telah direkomendasikan oleh National Health Service Britania Raya.

Meningkatkan Imunitas Tubuh
Meningkatkan sebuah imunitas atau sistem kekebalan tubuh merupakan sebuah tindakan yang wajib untuk dilakukan. Tujuannya adalah agar virus Corona nantinya tidak berkembang biak di dalam tubuh dan bahkan bisa dilenyapkan oleh sistem imun yang ada di dalam tubuh manusia. Cara meningkatkan sistem imunitas tubuh yaitu dengan cara menerapkan pola hidup yang sehat. Seperti dengan mengonsumsi sayur dan juga berbagai macam buah-buahan, serta jenis makanan dan minuman lain sehingga nantinya dapat terpenuhi kebutuhan gizi empat sehat lima sempurna. Selain itu juga hindari pola hidup yang tidak sehat, seperti mengonsumsi alkohol, tidur dan juga beristirahat dengan cukup, serta menghindari stress. Jangan lupa juga untuk berjemur pada pagi hari saat matahari nantinya masih hangat.

Obati Gejala yang Muncul
Jika selama menjalani isolasi mandiri tubuh nantinya akan mengalami gejala Covid-19, seperti suhu tubuh yang akan naik, demam, batuk, sakit tenggorokan, segera obati gejala-gejala tersebut. Yaitu dengan mengkonsumsi berbagai obat-obatan yang nantinya bisa menurunkan gejala tersebut. Jika mendesak, bisa dengan menghubungi pelayanan kesehatan terdekat anda, seperti puskesmas ataupun juga rumah sakit. Tidak lupa dibarengi dengan banyak beristirahat.

Melindungi Paru-paru

Virus Corona merupakan sebuah jenis virus yang akan menyerang paru-paru. Seperti halnya yang juga Dikutip dari The Guardian, dokter spesialis penyakit menular yang bekerja di Liverpool School of Tropical Medicine, Tom Wingfield. Dimana dirinya menyebutkan hal yang paling penting untuk memulihkan tubuh dari gejala virus corona yakni melindungi paru-paru. Lebih lanjut dirinya juga mengatakan cara melindungi paru-paru sangat mudah yakni hanya dengan berhenti merokok dan juga menghindari asap rokok, dan berolahraga secara rutin.

Menjaga Tubuh Jangan Dehidrasi

Mengonsumsi air agar nantinya tubuh tidak dehidrasi juga penting untuk dapat dilakukan. Ini karena salah satu cara yang dapat di gunakan untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh serta juga sebagai cara untuk dapat memperlancar metabolisme tubuh. Selain itu, dengan minum juga bisa membuat tubuh selalu dalam keadaan yang segar.

Berapa banyak kah nantinya air yang harus dikonsumsi setiap hari? Sebenarnya hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dari tubuh seseorang. Misalnya saja orang yang lebih banyak mengeluarkan keringat tentunya mereka akan membutuhkan konsumsi air yang nantinya lebih banyak. Tapi untuk kondisi standar, banyak ahli kesehatan akan menyarankan untuk minum setidaknya 3 liter air dalam sehari.

Mengonsumsi Suplemen Kesehatan

Pentingnya untuk mengkonsumsi berbagai macam suplemen kesehatan yang digunakan untuk dapat membantu meningkatkan imunitas yang ada di dalam tubuh. Namun, dalam mengkonsumsi suplemen, tentunya harus memperhatikan dosis. Ini karena jika suplemen yang nantinya dikonsumsi melebihi dari batas yang telah ditentukan, justru akan memberikan sebuah pengaruh buruk bagi tubuh.

Untuk melakukan berbagai macam perawatan tersebut, tentunya bukan sebuah hal yang mudah, perlu bantuan orang lain untuk melakukannya. Terlebih saat kondisi tubuh terpapar Covid-19, ini membuat anggota keluarga yang lain juga akan menjaga jarak agar tidak tertular.

Namun jangan khawatir, kini ada layanan kesehatan di rumah yang akan merawat Anda selama anda sedang melakukan isolasi di rumah, yaitu layanan Corona Care. Ini adalah sebuah layanan khusus penderita Covid-19 dengan gejala ringan sampai dengan sedang dengan pelayanan perawatan di rumah pasien.

Apa yang harus dilakukan jika tinggal dengan OTG?

Pada pertengahan tahun April 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona juga telah mengingatkan agar masyarakat waspada dengan penularan dari virus corona dari orang-orang yang memang tanpa gejala. Di sejumlah daerah, ditemukan beberapa kasus mereka yang positif Covid-19 tertular dari orang yang tidak menunjukkan sebuah gejala terinfeksi virus corona, tetapi saat diuji dengan swab statusnya positif. Lantas apa yang nantinya harus dilakukan apabila terdapat tetangga atau anda tinggal serumah dengan orang dengan yang berstatus OTG?

Mereka yang berstatus sebagai OTG, ODP maupun juga PDP jangan didiskriminasi. Ketika ada seseorang OTG yang tengah melakukan isolasi mandiri, sesungguhnya mereka tengah melindungi orang lain agar nantinya tidak tertular. Oleh karena itu, membantu kebutuhan mereka ketika melakukan sebuah isolasi mungkin dapat dilakukan.

Misalnya saja, dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena mereka pastinya tidak akan diperbolehkan untuk keluar rumah, atau kebutuhan lainnya. Selain itu, berikan sebuah dukungan moral agar nantinya dapat semangat sembuh bisa dilakukan dengan cara menyapanya melalui aplikasi pesan tertulis atau dengan cara menghubunginya melalui sambungan telepon.

Demikian itulah beberapa langkah awal yang dapat digunakan saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Ketika terkena virus Corona namun tanpa memiliki gejala, tugas anda adalah mengisolasi diri dirumah, dengan begitu anda telah memutus rantai penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, penggunaan masker menjadi sebuah hal yang paling penting ditaati oleh masyarakat.

Karena tidak bisa mendeteksi mereka yang sehat ataukah pembawa virus. OTG harus melakukan swa karantina dan isolasi mandiri seperti Tinggal di rumah, jangan bepergian Tidak menerima tamu dan Tetap berjarak ketika berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain.

Corona Belum Usai, Datang Lagi Norovirus dari China

Baru-baru ini pengguna media sosial dihebohkan kembali oleh negara China, pasalnya belum selesai pandemi dari Corona atau Covid-19 saat ini sudah muncul kembali virus terbaru bernama “ Norovirus “. Banyak yang bertanya-tanya akan hal ini, apakah benar negara China sengaja membuat sebuah eksperimen yang nantinya akan mendapatkan keuntungan dari hasil eksperimen sbobet88 slot tersebut ? terutama sekali dalam hal investasi obat-obatan terkait atas eksperimen yang telah negara tersebut keluarkan hingga, menewaskan banyak sekali orang dari berbagai negara yang ada di dunia ini ?ini semua hanya sebuah opini dari beberapa orang yang sudah penat akan kehadiran dari Corona yang belum selesai namun, sudah ditambah lagi dengan virus baru dari negara tersebut. 

Norovirus yang ada di China menjadi penyakit baru yang banyak menyebar di kalangan mahasiswa. Dari sebuah otoritas pengendalian penyakit yang ada di China sudah mengungkapkan bahwasannya, mahasiswa dari Universitas yang ada pada provinsi Shanxi terpapar Norovirus ini. Apalagi itu norovirus ? apakah sama berbahaya dari corona atau malah jauh lebih parah ? pasalnya dari beberapa media yang memberitakan tentang Norovirus ini mampu menyebabkan “ Kecacatan “. 

Sebenarnya ini bukan menjadi virus yang baru pertama kali muncul, akan tetapi menjadi virus yang dulunya sudah ada dan saat ini muncul lagi di negara China. Benarkah seperti itu adanya ? apa ini masih berkutik saja pada sebuah konspirasi ? menurut berita terkait yang ada di china, 70 mahasiswa sudah terkena infeksi dan juga sudah ada 30 wabah hingga mencapai 1.500 kasus. Yang menjadi pertanyaan telak, “ Apakah virus ini akan menyebar lagi ke seluruh dunia ? mari mencari tahu semuanya pada bacaan di bawah ini! 

Mengenal Virus Terbaru yakni “ Norovirus “ 

Untuk virus ini sendiri didapati dari cnnindonesia adalah virus yang mudah sekali menyebar melalui Air atau Makanan yang sudah terkontaminasi. Atau bisa juga dengan menyentuh benda yang mana permukaannya sudah terdapat virus tersebut. Norovirus ini sendiri sudah dianggap langsung sebagai sebuah penyebab yang mana paling sangat umum  dari Gastroenteritis akut ( Muntah dengan Diare berkepanjangan ) di seluruh dunia. Virusnya benar-benar sangat mudah dan cepat menyebarnya karena, makanan atau minuman yang langsung merusak kesehatan masyarakat yang ada di dunia. 

Sebelum Norovirus, ternyata nama virus ini menjadi Norwalk. Pasalnya, awal yang terkena di kota Norwalk, OH yang dimana wabah pertama sudah dikonfirmasi langsung sejak tahun 1972. Walau dikatakan Norovirus ini bisa menyerang kapanpun itu, tetap saja sering sekali terjadi pada saat Musim Dingin. Sering banget orang-orang menyebutnya dengan Serangga Muntah Musim Dingin. Tenang saja, ini berbeda jauh sekali dengan corona virus. Pasalnya, ini menjadi penyakit seperti keracunan makanan yang langsung ditularkan melalui makanan yang sudah terkontaminasi. Tapi, Norovirus ini juga tidak selalu hasil dari kontaminasi makanan. 

Gejala yang Hadir pada Norovirus 

Gejala-Gejala yang timbul akibat terinfeksi adanya Norovirus dari China

Masih dikutip dari CNN, ternyata Gejala Norovirus ini akan menyebabkan sakit dalam jangka waktu 2 hari setelah mereka terkena paparan. Gejala khususnya seperti : (1) Mual, (2) Muntah ( yang jauh lebih sering mengenai anak-anak ), (3) Diare yang berair untuk lebih ke orang dewasa, (4) Kram Perut. 

Beberapa gejala lainnya juga langsung termasuk pada demam ringan, lalu panas dingin, sakit kepala, lalu ada juga nyeri otot, sampai pada kelelahan. Sebagian besar dari gejala ini juga tidak serius namun, diare dan juga muntah bisa menghabiskan cairan yang langsung dibutuhkan bagi anggota tubuh. Dan disini kalian bisa mengalami yang namanya dehidrasi. Bisa dikatakan anak-anak dan lansia jadi jauh lebih rentan mengalami dehidrasi ini serta malnutrisi dikarenakan tidak mendapatkan nutrisi yang memang cukup. Virus ini bisa ditularkan sampai dengan 8 Minggu. Artinya ada juga kemungkinan kalian bisa  membuat orang lain sakit dan umumnya infeksi ini akan jauh semakin berkurang seiring waktu yang ada. 

Jalan Penyebaran dari Norovirus yang ada di China 

Orang-orang yang sudah terkena infeksi dari norovirus ini memang saat mereka sedang makan atau minum yang sudah langsung terkontaminasi. Seperti Tiram mentah atau Tiram Setengah Matang sampai dengan buah-buahan dan sayuran mentah bisa menjadi penyebab utama hadirnya Norovirus tersebut. 

Infeksi ini bisa saja terjadi saat benar-benar seseorang menyentuh langsung benda atau sebuah permukaan yang sudah langsung, terinfeksi virus lalu menyentuh ke bagian anggota tubuh seperti : Hidung, Mulut atau Mata ( penyebaran ini juga hampir sama ketika terinfeksi oleh virus corona, tetap berhati-hati ya guys ). Selain itu, untuk Norovirus sendiri bisa bertahan hidup pada suhu yang ekstrim di air dan juga di berbagai permukaan yang ada. 

Saat seseorang terkena virus atau terkena infeksi dari makanan dan minuman tersebut, maka disini virus akan jauh lebih cepat menular dai orang ke orang lain melalui makanan atau peralatan yang dipakai bersama-sama, dengan berjabat tangan atau bisa juga dengan kontak dekat yang lainnya ( hal ini sama juga seperti kalian terinfeksi coronavirus ). 

Saat terkena infeksi dari Norovirus, mereka akan mengalami efek seperti muntah dan bisa menyebar juga virusnya melalui udara dan akan banyak sekali mencemari berbagai macam permukaannya. Selain itu, Norovirus juga bisa menyebar melalui feses yang artinya, seseorang yang tidak mencuci tangan dengan cara menyeluruh setelah menggunakan kamar mandi, maka bisa menularkan adanya virus tersebut. 

Pengobatan Apa Saja yang Bisa Dilakukan ? 

Ada beberapa pengobatan yang dirasa menjadi jalur alternatif bagi orang-orang yang sudah terinfeksi Norovirus ini. Dalam hal ini, tentu saja untuk mewaspadai itu semua kami bisa berikan beberapa metode yang mana bisa kalian lakukan untuk mengurangi gejala dari Norovirus. Seperti :

1) Minumlah air dalam jumlah yang banyak 

Salah satu cara yang bisa kalian lakukan untuk mendukung tubuh dalam melawan Norovirus ini adalh dengan meminum banyak air. Hal ini agar kiranya tidak membuat kalian cepat sekali terkena dehidrasi. Mengapa demikian ? karena dehidrasi sendiri bisa membuat sistem imun di dalam tubuh menjadi jauh lebih lemah lagi dan bisa menunda sebagian besar proses dari penyembuhan yang ada. 

Mual serta muntah bisa langsung menyebabkan dehidrasi tersebut datang. Sehingga, sering-seringlah kalian untuk banyak meminum air putih. Dan ini juga sudah dikatakan oleh Preeti N. Malani – MD yakni seorang Professor dan juga Chief Health Officer yang ada di University of Michigan. 

2) Konsumsilah makanan yang tanpa rasa atau hambar

Jika kalian sudah mengalami yang namanya muntah berkurang, maka mulai kalian konsumsi saja makanan yang hambar dengan porsi yang kecil. Makanan hambar ini sendiri menjadi makanan yang sangat mudah sekali untuk bisa dicerna dan menjadi makanan yang lunak dengan rendah akan kandungan dan serat. Makanan yang hambar juga berarti makanan yang tidak pedas sama sekali karena, dalam hal ini mampu untuk mengiritasi lapisan pada perut dan juga usus yang bisa membuat diare kalian menjadi jauh lebih buruk. 

Mengonsumsi makanan yang salah, akan jauh memicu adanya hal diare yang bertambah parah saja. Contohnya : makanan yang berlemak akan susah sekali dicerna oleh lambung, dan makanan manis bisa menyebabkan berbagai masalah bukan ? terlebih lagi untuk diare, pastinya akan jauh lebih parah. 

Untuk itulah, kalian harus bisa membenahi pola hidup kalian terutama sekali dalam pola makan dan pola minum kalian sehari-hari. Yuk sehat mulai  sejak dini !!

Pemberitaan Media Asing Terkait Omnibus Law

Kata kata Omnibus Law berawal dari pidato Presiden Joko Widodo pada saat pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia kedua kalinya. Dalam pidatonya Jokowi menyebutkan sebuah konsep hukum yang disebut dengan Omnibus Law. Ada dua jenis Omnibus Law yang diajukan oleh pemerintah yaitu Cipta Kerja dan Perpajakan. Sebagaimana yang kita ketahui sekarang ini sedang ramai ramainya di perbincangkan tentang Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja,  yang dimana banyak menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat Indonesia terutama bagi kaum buruh. Dari Pro dan Kontra ini bisa diakui banyak sekali yang Kontra atau menolak mentah-mentah hadirnya UU Cipta Kerja yang tidak jelas sumber kebenarannya ini. 

Ada beberapa media menyatakan lembar dari UU Cipta Kerja ini adalah 1000 lembar lebih tapi baru pemberitahuan terhadap Presiden hanya 800 lembar saja. Lalu sisanya kemana ? inilah yang menjadi pertanyaan masyarakat dan seluruh Mahasiswa dan Mahasiswi yang ada di Indonesia. Apa mereka semua selaku anggota DPR sanggup membaca 1000 lembar lebih hanya dalam waktu sekejap, dan menentukan pemukulan sah ketok palu di malam hari dengan begitu mudahnya ? mungkin itu semua hanya anggota DPR yang tahu dan anggota Pemerintah lainnya yang tahu. Yang jelas, kami sebagai rakyat sedang tidur nyenyak tiba-tiba dibacakan dongeng yang menyeramkan dan membuat kami terbangun dengan semua mimpi buruk yang nyata. 

Terlepas dari itu semua, ternyata Omnibus Law yang menghadirkan demo besar-besaran sudah masuk ke beberapa media luar yang menurut kami sangat memalukan. Bangsa kami terkenal bukan karena kehebatannya tapi karena keruntuhan dari pemerintahnya dengan rakyat. Ingin tahu pemberitaannya seperti apa ? maka dari itu, kalian bisa lihat lebih lengkapnya di bawah ini. 

New York Times

Media yang satu ini telah menerbitkan 2 berita tentang Omnibus Law UU Cipta Kerja, yaitu pada tanggal 2 Oktober dan 5 Oktober. Headline yang di bahas pada berita tersebut adalah Indonesia’s Plan Draws Fire From Environmentalists and Unions and Indonesia’s Parliament Approves Jobs Bill,  Despite Labor and Environmental Fears.  Dua berita tersebut membahas tentang pertentangan pada UU Cipta Kerja. 

Pada tanggal 2 Oktober New York Time menurunkan beritanya yang berisikan “ Para pendukung Omnibus Bill atau Omnibus Law akan menarik investor dengan memangkas regulasi bisnis,  mempercepat persetujuan proyek,  sampai dengan memberitakan perihal menghilangkan ada banyaknya sebuah persyaratan mengenai perizinan yang berlaku. 

Pada tanggal 5 Oktober New York Time kembali menurunkan berita yang berisikan “ Dengan dukungan tujuh dari sembilan partai politik parlemen,  anggota parlemen dengan mudah mengesahkan ukuran stimulus 905 halaman, yang bertujuan untuk menarik investasi dengan memangkas peraturan yang terdapat di 80 UU terpisah, “ New York Times 5 Oktober 2020.

Dengan disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja ini,  banyak yang berspekulasi bahwa ini ada keterkaitannya dengan salah satu dampak pandemi yang sedang dialami oleh indonesia saat ini. Seperti yang kita ketahui bahwa dampak pandemi ini sangat signifikan karena sampai saat ini Indonesia masih di ambang Krisis Ekonomi. Walaupun banyak pro dan kontra terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja ini,  pemerintah tetap mengarahkannya bahkan mempercepat pengesahannya pada tanggal 5 Oktober 2020 lalu. NEW York Time juga menyorot dampak UU Cipta Kerja ini terhadap lingkungan masyarakat,  yang dimana walaupun Omnibus Law UU Cipta Kerja ini bisa menarik investor, tapi para investor juga pasti khawatir akan berdampak pada kerusakan lingkungan seperti pembakaran hutan. Ada 36 Investor Global yang mengeluarkan surat terbuka untuk Indonesia yang dimana para investor ini menyarankan agar pemerintah Indonesia mendukung konservasi hutan dan lahan gambut. 

Bloomberg

Media yang satu ini tidak jauh berbeda dengan New York Times,  media ini sama sama menyoroti tentang pro dan kontra disahkannya Onibus Law UU Cipta Kerja. Tapi Bloomberg tidak banyak mengkritik dalam berita yang diterbitkannya. Berita pertama yang diluncurkan oleh Bloomberg adalah pada tanggal 5 Oktober 2020 yang berisikan “ Undang-Undang baru Indonesia,  yang bertujuan untuk menyederhanakan peraturan ketenagakerjaan dan investasi,  telah disambut dengan unjuk rasa di pasar lokal dan perhatian dari investor global serta serikat pekerja”, begitulah kira kira isi berita dari Bloomberg yang berjudul “Indonesia’s Labor Law Sees Stocks Rally as Workers Protest”. Bloomberg juga memberitakan pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan tidak harus saling eksklusif, “ tulis salah satu investor yang membahas masalah tersebut dengan Bloomberg. 

Sama halnya dengan New York Times,  Bloomberg juga meluncurkan berita tentang desakan investor global kepada Pemerintah Indonesia “ Investor Global telah memperingatkan Pemerintah Indonesia akan dampak negatif pada deforestasi dan perubahan iklim yang akan terjadi dengan adanya UU tersebut. Bloomberg juga memberitakan tentang oknum yang pro terhadap UU ini,  yaitu Kamar Dagang dan Industri Indonesia ( KADIN). Hal lain yang diberitakan oleh Bloomberg adalah tentang penyediaan dana oleh pemerintah Indonesia untuk meredakan kekhawatiran para pekerja atas pesangon dan pengenalan kontrak kerja yang waktu nya tidak ditentukan. 

Reuters

Pada tanggal 5 Oktober 2020 menjadi hari yang sangat menarik perhatian para media Asing terhadap pemberitaan di Indonesia. Media Reuters tidak luput dalam pemberitaan tersebut,  media ini tertarik akan apa yang terjadi dengan peraturan UU pada pemerintahan indonesia. Pada tanggal 5 Oktober 2020 Reuters juga meluncurkan berita yang berjudul “ Global Investors warn Indonesian that jobs bill puts forests at risk “. Sama dengan 2 media di atas Reuters membahas tentang desakan investor yang mengkhawatirkan adanya dampak negatif bagi Indonesia dengan adanya Undang-Undang tersebut. 

Peter Van Der Werf sendiri berbicara mengenai penyadaran dari perlunya sebuah reformasi hukum bisnis yang ada di Indonesia. Disini dirinya mengatakan benar-benar memprihatinkan yang dilihat dari segi dampak negatif pada langkah-langkah perlindungan lingkungan tertentu yang memang akan langsung dipengaruhi oleh Omnibus Bill On Job Creation atau di Indonesia sendiri dengan Omnibus Law. Surat ini dikirimkan sebelum UU disahkan. 

CNN

Media Asing yang tidak mau ketinggalan dalam sorotan kasus terheboh di Indonesia adalah media CNN. Seperti yang kita ketahui bahwa CNN selalu meliput berita yang memang penting untuk diketahui secara Global . Sebegitu dahsyatnya pro dan kontra dalam pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja ini,  CNN meluncurkan beritanya dengan judul “ Indonesian Police Fire Water Cannon at Protester rallying against jobs Law “. Disini CNN memberitakan tentang polisi Indonesia yang membubarkan para pelaku demos dengan cara menyemprotkan gas air mata dan meriam air di kota Serang, Banten. 

CNN lebih menyoroti aksi aksi demo para pekerja dan buruh di Indonesia,  yang mana di beritanya juga dituliskan bahwa demo dan aksi unjuk rasa juga terjadi di Jakarta dan Bandung. CNN juga menuliskan bahwa Indeks saham utama naik sebanyak 1.31% dan nilai rupiah mencapai setinggi 1,28% dengan disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja. 

Channel News Asia

Berita selanjutnya ditulis oleh salah satu Media Asing yaitu Channel News Asia. Sama hal nya dengan CNN media yang satu ini lebih fokus menyoroti aksi dampak dari disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja,  Tajuk pada berita yang dibawakan oleh CNN ini seperti “ Indonesian New Omnibus Law Not Silver Bullet for Spurring Investment Experts ( Omnibus Law baru Indonesia tanpa Silver Bullet untuk Memacu Investasi: Pakar ), yang ditulis pada tanggal 6 Oktober 2020 . Tak hanya itu Channel News Asia juga menuliskan tentang Drama yang terjadi pada dewan Perwakilan Rakyat Indonesia. 

Kurang lebihnya pihak terkait yakni media CNN menuliskan mengenai Pengesahan dari UU yang dilaksanakan senin Malam mewarnai pemogokan dari sejumlah para pekerja dan juga diwarnai oleh Interupsi dari beberapa anggota parlemen. Pasalnya bisa diketahui 2 dari 9 parlemen partai yang datang menolak mentah-mentah hadirnya Omnibus Law itu sendiri  ( 6 Oktober tahun 2020  kemarin ). Channel New Asia juga membahas tentang unjuk rasa dan aksi demo yang terjadi di berbagai daerah di indonesia seperti Bandung,  Jakarta dan Surabaya.  Bahkan Channel News Asia juga memberitakan tentang aksi mogok kerja nasional yang diadakan oleh para serikat pekerja termasuk Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) pada selasa 6 Oktober sampai dengan 8 Oktober 2020.

Dari berita ini, sebenarnya masih belum benar kejelasan pastinya mengenai Omnibus Law itu sendiri. Pasalnya, para mahasiswa , anak STM dan Sebagian Buruh masih melakukan aksi penuntutan pada penolakan pengesahan RUU Cipta Kerja yang dinilai memiliki poin-poin yang sangat amat menyengsarakan para Buruh dan pekerja lainnya. Semoga, hasil jerih payah demo yang dikeluarkan oleh seluruh para Mahasiswa yang ada di Indonesia memiliki titik terang yang pasti di akhirnya.

Mengenal Plasma Darah & Fungsinya Bagi Tubuh

Plasma darah sendiri adalah sebuah cairan berwarna kekuningan yang dimana cairan ini bertugas sebagai pembawa sel darah keseluruh tubuh. Bahkan, tidak hanya sel darah saja plasma darah juga berperan sebagai pembawa berbagai nutrisi yang penting yang digunakan untuk dapat menunjang kesehatan tubuh.

Plasma darah yang juga merupakan sebuah bagian yang cenderung terlupakan fungsinya. Padahal, peran dari plasma darah sendiri yang juga sangat penting di dalam tubuh dibandingkan dengan sel darah merah, sel darah putih dan juga trombosit yang ada di dalam tubuh. Baru baru ini dimana kita juga ketahui jika plasma darah dari penderita covid 19 yang sebelumnya sudah sembuh, ternyata dapat menjadi salah satu antibodi yang dapat didonorkan untuk penderita covid lainnya. 

Mengenal Plasma Darah dan Fungsinya Bagi Tubuh 

Plasma darah adalah sebuah bagian terbesar yang ada dari darah di dalam tubuh manunsia, yaitu 55% dari seluruh volume darah yang ada. Plasma darah sendiri yang terdiri dari 92% kadar air, sementara 8% lainnya terdiri dari beberapa bahan-bahan penting yang lainnya seperti daftar joker123 seperti halnya protein, glukosa, elektrolit dan juga imunoglobulin. Dan ternyata plasma darah sendiri memiliki banyak sekali fungsi penting yang ada di dalam tubuh manusia, yaitu diantaranya adalah :

Mengangkut limbah

Plasma darah yang dimana bertugas untuk dapat membantu sel tubuh membuang limbah-limbah yang digunakan hasil metabolisme tubuh. Selain itu, dimana plasma darah sendiri yang akan di bawah plasma darah ke area tubuh yang lainnya, seperti halnya hati atau juga ginjal untuk dibuang. 

Menjaga keseimbangan cairan tubuh

Plasma darah yang diketahui mengandung banyak sekali protein, yang ada bagi tubuh namun yang paling penting adalah albumin dan juga fibrinogen. Nah, dimana kandungan albumin dalam darah yang memiliki peran yang juga cukup penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan juga tubuh. Protein ini yang dimana nantinya juga akan bertugas mempertahankan agar cairan dalam pembuluh darah yang dimana nantinya tidak akan merembes ke jaringan yang lainnya. 

Membantu proses pembekuan darah

Selain kandungan fibrinogen, plasma darah yang juga diketahui dengan berbagai macam faktor pembekuan darah yang ada. Fibrinogen dan juga beberapa faktor-faktor ini sendiri yang dimana menjadi salah satu yang juga berperan dalam sebuah proses pembekuan darah yang ada di dalam tubuh. Jika  nantinya, kadar mereka dalam plasma darah yang dimana rendah, maka nantinya dalam hal ini darah  yang juga akan sulit berhenti mengalir saat terjadinya sebuah pendarahan di luar tubuh. Hal ini tentunya bisa menyebabkan tubuh nantinya akan kehilangan banyak darah.

Menjaga suhu tubuh

Plasma darah yang ternyata juga memiliki peran lainnya, yaitu menjaga suhu tubuh dengan cara menyerap atau juga dengan cara melepaskan panas sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dimana tentunya hal ini menjadi salah satu hal yang penting diperlukan oleh tubuh. Bayangkan jika tubuh nantinya, tidak dapat mengontrol suhu yang ada di dalam. 

Membantu melawan infeksi

Imunoglobulin yang sebelumnya sudah dijelaskan sebagai salah satu kandungan yang ada dan terdapat dalam Plasma darah, ternyata memiliki sebuah fungsi yang dapat digunakan untuk melawan suatu infeksi yang ada di dalam tubuh. Yang terkandung pada Plasma darah yang juga berperan dalam sebuah sistem kekebalan tubuh. Kehadiran Nya sendiri yang diketahui mampu membantu tubuh melawan infeksi yang diman diketahui disebabkan oleh virus dan juga bakteri. 

Menjaga keseimbangan asam dan basa

Kalium, kalsium, magnesium, natrium, dan juga bikarbonat kandungan-kandungan tersebut, yang merupakan kandungan elektrolit yang juga terdapat pada plasma darah. Elektrolit-elektrolit ini yang nantinya akan berperan dalam tubuh untuk dapat menjaga keseimbangan asam dan juga basa yang ada dalam tubuh. Tidak hanya itu, mereka juga yang nantinya juga akan berperan dalam mengatur fungsi saraf dan juga otot tubuh.

Plasma Darah dan Kesehatan Tubuh

Beberapa kondisi kesehatan yang akan mungkin menyebabkan seseorang yang nantinya juga akan membutuhkan donor plasma darah. Untuk itu, seseorang yang sudah sehat dapat mendonorkan cairan plasma darahnya dengan cara melalui donor darah.

Dari darah yang  nantinya telah didonorkan ini, petugas donor yang nantinya akan memisahkan plasma darah yang ada dari sel-sel yang ada di dalamnya dengan menggunakan bantuan mesin. Setelah itu, plasma darah yang nantinya bisa langsung disumbangkan kepada pasien yang memang sudah membutuhkan.

Plasma darah biasanya juga akan dibutuhkan pada penyakit kronis yang memang benar-benar langka seperti halnya hemofilia dan juga penyakit autoimun seperti halnya sebuah sindrom Guillain-Barré. Pemberian dengan terapi ini yang diketahui nantinya akan dapat membantu pasien hidup lebih lama dan  juga lebih produktif dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

Bahkan sekarang ini dimana sedang sangat merebaknya virus COVID 19 pada penderita COVID-19, yang ternyata donor protein dan juga antibodi yang ternyata terdapat pada cairan plasma darah pasien yang sebelumnya telah dinyatakan sembuh ternyata dapat membantu pasien  yang positif COVID-19 lainnya dapat segera pulih. Namun untuk memastikan keamanan dalam hal donor plasma darah ini, perlu dilakukan beberapa tes sebelum melakukan donor plasma darah yang nantinya akan dilakukan.

Plasma darah yang juga mengandung banyak sekali komponen yang masing-masingnya memiliki sebuah peran penting yang ada pada tubuh. Oleh karena itu, gangguan yang ada pada plasma darah yang bisa menimbulkan sebuah gejala yang juga bermacam-macam yang juga akan tergantung pada sebuah komponen apa yang memang terganggu.

Beberapa gejala yang dimana juga akan menandakan adanya sebuah gangguan yang terjadi pada sebuah komponen plasma darah yang ada antara lain yang dimana mudah memar, kelelahan, kuku yang rapuh, sering kesemutan yang biasanya terjadi antara tangan dan juga kaki, selera makan yang nantinya juga akan menurun, nyeri pada tulang, dan juga sering menderita infeksi.

Jika Anda yang memang sering mengalami gejala-gejala tersebut, berkonsultasilah dengan dokter. Bila dirasa memang perlu, dokter mungkin nantinya akan menyarankan Anda untuk melakukan sebuah tes plasma darah yang nantinya akan dapat mengetahui kondisi yang nantinya akan menyebabkan gejala tersebut.

Itulah beberapa kegunaan Plasma darah yang ada di dalam tubuh manusia. Banyak sekali kegunaan dari plasma darah yang ada di dalam tubuh manusia. Plasma darah yang menjadi salah satu kandungan di dalam darah manusia yang seringkali terlupakan kegunaanya.

Dimana sekarang ini donor plasma darah juga menjadi salah satu cara yang diperlukan untuk membantu pasien COVID 19 segera pulih. Semoga dengan adanya cara donor plasma darah dari pesein COVID 19 yang sudah sebelumnya dinyatakan sembuh, menjadi salah satu cara yang bisa berhasil menyembuhkan banyak pasien COVID 19 di Indonesia. Semoga artikel ini dapat berguna untuk anda yang sedang mencari kegunaan donor plasma darah.

Fakta Vaksin Sinovac Untuk Virus Corona di Indonesia

Indonesia negara yang dimana merupakan salah satu dari yang  menjadi sebuah lokasi yang dari uji klinis yang sudah masuk ke dalam tahap ketiga  dari adanya vaksin sinovac. Vaksin ini sendiri yang ditujukan sebagai salah satu yang digunakan untuk menghadapi virus corona. Vaksin sinovac ini sendiri adalah vaksin yang juga dipercaya untuk dapat menghasilkan sebuah antibodi  yang ada di tubuh koresponden.

Hal tersebut  yang dimana menjadi salah satu hal yang nantinya akan berdampak baik bagi upaya yang digunakan untuk dapat melawan virus corona. Dimana pertama kali virus ini sendiri adalah virus yang ditemukan dan juga muncul di Wuhan, Tiongkok, yaitu pada Desember 2019. Sebab, dengan adanya sebuah antibodi, yang dimana menjadi salah satu hal yang nantinya juga akan menghalangi SARS-CoV 2 yang  juga berupaya virus yang menginfeksi sel paru, proses awal virus yang dimana nantinya juga akan merusak tubuh.

Fakta Vaksin Sinovac Untuk Virus Corona

Hasil dari sebuah penelitian yang dimana juga melaporkan bahwa tidak adanya sebuah efek samping yang cukup parah yang  dimana terjadi pada subjek penelitian yang ada di tahap dua. Dari tahap dua itu  yang dimana juga  menjadi salah satu yang sudah diketahui bahwa sistem kekebalan tubuh yang dimana nantinya juga menjadi salah satu yang juga akan menginduksi untuk dapat menetralisir antibodi yang dimana ada di dalam tubuh selama 14 hari yang dimana dalam hal ini sendiri setelah dilakukan sebuah vaksinasi.

Untuk anda yang juga penasaran dengan vaksin ini maka dalam artikel ini akan dibahas tentang beberapa fakta yang ada mengenai vaksin sinovac yang diketahui menjadi vaksin yang digunakan untuk dapat melawan virus corona yang ada di Indonesia. 

Harga Vaksin

Bio Farma sendiri yang dimana selaku calon produsen yang juga sudah menetapkan harga vaksin ini. Sekretaris yang ada dari Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto sendiri yang dimana memperkirakan bahwa harga vaksin virus corona sendiri yang dimana  bakal dijual di angka Rp 73.250 hingga dengan harga Rp 146.500 untuk per dosis. Namun dimana nantinya belum mengeluarkan sebuah harga resmi yang digunakan untuk dapat membeli vaksin ini. 

Waktu Pendistribusian

Melansir dari sebuah berita yang ada dari kompas, Ketua Ketua Konsorsium Penelitian dan juga Inovasi Covid-19 dan juga Kementerian Riset dan juga Teknologi Ali Ghufron yang dimana dalam hal ini sendiri tyang Mukti mengatakan, pihaknya sendiri yang dimana dalam hal ini sendiri yang juga butuh waktu satu tahun untuk  dapat memvaksin semua warga yang dimana memang membutuhkan.

Perkiraan itu sendiri yang dimana adalah sebuah pemikiran yang dimana menjadi salah satu yang berdasarkan dengan menggunakan rumus yang digunakan untuk dapat menghitung orang yang dimana nantinya akan membutuhkan vaksin virus corona. Formula ini  sendiri yang dimana menjadi salah satu yang diyakini Ali Ghufon, satu orang yang dimana bisa menularkan virus ke tiga orang.

Kemudian, yang dimana diketahui dikalikan dua pertiga jumlah penduduk  yang ada Indonesia yang  dimana nantinya akan mencapai 260 juta jiwa. Artinya, dimana dalam hal ini sendiri yang akan dibutuhkan 176 juta dosis vaksin untuk virus corona.

Segera Mendapat Label Halal dari MUI

Bio Farma sendiri yang dimana selaku calon produsen yang juga nantinya mereka akan secepatnya melakukan sebuah sertifikasi halal yang ada kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI). Corporate Secretary Bio Farma yang dimana aadalah Bambang Heriyanto, sendiri yang dirinya mengatakan, vaksin ini sendiri yang diketahui menggunakan bahan baku halal.

Tapi untuk spesifikasinya, sendiri yang dimana itu semua merupakan sebuah kewenangan yang di dapat dari MUI. Mereka sendiri yang dimana juga akan menentukan akan vaksin tersebut halal atau tidak nantinya. Terkait sebuah proses yang dimana hal ini sendiri adalah salah satu hal yang dimana tergantung dengan sebuah sistem. karena perlu adanya sebuah proses dan juga lainnya. Bahkan tim Indonesia baik MUI atau juga POM, yang dimana sekarang ini harus mengaudit vaksin ini. 

Ridwan Kamil Jadi Relawan Vaksin

Gubernur Jawa Barat, yaitu Ridwan Kamil yang dimana dirinya menjadi salah satu orang yang sudah mendaftarkan diri sebagai seorang relawan untuk dapat mencoba vaksin virus corona. Beliau yang dimana juga punya sebuah alasan kenapa dirinya berhasil mendaftarkan diri yaitu sebagai salah seorang relawan, yakni sebagai salah satu hal yang digunakan untuk dapat membendung berita hoaks yang ada tentang adanya soal covid-19.

Dimana supaya kita sendiri yang akan memanage komunikasi publik juga yang digunakan untuk dapat mengurangi semua hoaks dan juga kekerasan yang sekarang ini tengah menyebar luas. Dimana bukan hanya ridwan kamil yang mendaftarkan dirinya sebagai salah satu dari relawan. Sehingga dalam hal ini sebagai relawan yang ada dari 1600 sehingga hal ini dapat dilakukan agar menurunkan banyak spekulasi yang tidak perlu.

Dengan sebuah keikutsertaan sebagai seorang relawan, kang emil sendiri yang dimana berharap tidak ada masyarakat lati yang nantinya akan metahuman vaksin sinovac ini. Jadi jika biasanya vaksin itu akan tiga kali uji klinis. Dua kali nantinya akan di tes Negara produsennya.  

Vaksin Covid-19 Perbesar

Menteri BUMN pada saat itu yaitu Erick Thohir yang dimana pada saat itu dirinya meninjau langsung laboratorium dan juga fasilitas produksi yang ada dari Bio Farma untuk dapat memastikan tentang sebuah kesiapan yang ada dari uji klinis fase dari 3 calon vaksin Covid-19 yang ada dari hasil kolaborasinya bersama dengan Sinovac yang ada di Bandung, Jawa Barat.

Relawan Dapat Asuransi

Manajer dan juga Lapangan Uji Klinis Vaksin covid-19 yaitu Eddy Fadlyana yang dimana pada saat itu mengatakan, dalam sebuah pengujian ini dimana pihaknya sendiri menjadi salah satu yang sudah bekerjasama dengan PT Asuransi Umum yaitu Bumiputera Muda pada 1967 (Bumida) sebagai salah satu dari pemberi asuransi.

Lewat asuransi ini, sendiri dimana semua keluhan dan juga semua kesehatan yang ada dari tingkat ringan sampai dengan tingkatan yang berat yang dimana dalam hal ini sendiri akan terlingkupi dengan selama periode dari sebuah penelitian yang berlangsung. Jadi semua jenis penyakit ringan sampai dengan berat selama dalam masa periode penelitian.

Ujian kesehatan peserta yang juga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan selama penelitian atau sekitar 6 bulan setelah pemberian vaksin tersebut berakhir. Selain itu dimana para calon relawan juga yang nantinya akan mendapatkan pemeriksaan rapid test dan juga swab yang ada secara gratis.

Selain Indonesia, Negara lain yang Juga Uji Coba Vaksin Sinovac

Selain di Indonesia sendiri dimana ada juga beberapa negara lainnya yang dimana juga melakukan sebuah uji klinis yang ada pada tahap ketiga vaksin covid-19 yang dimana vaksin ini sendiri dikembangkan oleh Sinovac. Beberapa negara tersebut yang dimana ialah Bangladesh dan juga Brasil.

Bangladesh sendiri yang dimana telah menyetujui sebuah uji klinis yang ada pada sebuah tahap kedua dari sebuah vaksin covid-19 Sinovac. Rencananya, uji klinis yang akan di lakukan di Bangladesh ini sendiri yang akan dilakukan oleh sebuah Pusat Penelitian dari Penyakit Diarrheal Internasional yang ada Bangladesh (ICDDR, B) yaitu pada bulan Agustus 2020 dengan melibatkan 4.200 relawan.

Sementara itu, di Brasil juga yang dimana dilaporkan akan menjadi salah satu negara yang juga akan ikut serta dalam sebuah klinis yang ada pada tahap ketiga tersebut. Badan Regulasi Kesehatan yang ada di Brazil (ANVISA) yang dimana badan ini sendiri bekerja sama dengan sebuah  Pusat dari Penelitian Biologi yang Brasil yakni di Instituto Butantan yang mana  telah memberikan sebuah izin uji klinis yang ada di tahap ketiga tersebut.

Itulah beberapa fakta fakta yang ada tentang vaksin Sinovac yang merupakan vaksin dari virus Covid 19. Dengan maraknya beberapa info negatif tentang vaksin ini sendiri mengalami banyak pengujian, dengan adanya juga para relawan yang bersedia untuk anti virus ini maka diharapkan masyarakat dapat menyambutnya dengan baik.

Perbandingan SARS, MERS dengan Covid-19

Sejak akhir tahun 2019, dunia digemparkan oleh virus corona yang berdampak besar dimulai dari kota Wuhan di daerah China. Berbagai penelitian bermunculan untuk mempelajari lebih lanjut akan virus tersebut, termasuk untuk menemukan obat penangkalnya dan pencegah penyebaran lebih lanjut. Banyak peneliti juga menemukan beberapa kesamaan antara virus corona dengan virus yang pernah cukup menggemparkan dunia di masa lalu, yaitu SARS dan MERS. Artikel ini akan membahas akan informasi lebih lanjut mengenai ketiga macam virus tersebut. 

Satu Virus yang Terpecah Menjadi Tiga Macam Penyakit

Bagaikan saudara, ketiga macam penyakit yang terkenal di seluruh dunia ini berasal dari satu jenis kelompok virus. Dengan nama coronavirus, dapat mengakibatkan tiga macam penyakit yang disebabkan oleh virus ini yaitu Covid-19, SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) atau yang sering juga disebut MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus).

Mengenal Keluarga Covid-19, SARS, dan MERS

Ketahui Perbedaan COVID-19 dengan SARS dan MERS - Alodokter
Virus dengan gangguan pernafasan

Kesamaan dari Covid-19, SARS dan MERS

Ketiga virus ini dikenal berasal dari satu jenis yang sama, sehingga sering disebut bersumber dari satu keluarga. Ketiga virus ini merupakan jenis penyakit yang menginfeksi bagian yang sama di tubuh manusia, yaitu saluran pernafasan. Maka dari itu orang yang terinfeksi akan umumnya mengalami gejala sakit yang sama. Sebelum terjadinya perkembangan seperti yang dialami pada kasus terbaru penyakit corona baru-baru ini. Penderitanya dapat mengalami berbagai macam kondisi, dimulai dari skala ringan hingga skala yang tercatat paling berat dialami manusia. Penyakit ini juga menimbulkan gejala yang sama seperti yang sering terjadi pada penderita pneumonia.

Penyakit SARS pertama kali muncul juga di negara China, tepatnya pada tahun 2002 di provinsi Guandong yang terletak di China bagian Selatan. Sedangkan MERS pertama kali muncul di Timur Tengah yang lebih tepatnya di Arab Saudi pada tahun 2012. Dianalisa dari jenis masalah yang ditimbulkan, ketiga penyakit ini ditemukan bersumber dari satu virus yang sama. Meskipun banyak penelitian mengungkap bahwa penyebaran yang disebut dengan kasus transimi zoonosis ini sangat jarang terjadi. Namun penyakit ini ditemukan banyak terjadi akibat cara penularan dari hewan ke manusia dan antar sesama manusia. Beberapa aktivitas dianggap dapat menimbulkan perpindahan penyakit ini dari hewan yang mengidap virus hingga berpindah ke manusia. Beberapa hewan yang menularkan penyakit ini contohnya kelelawar yang berpindah ke musang sebelum menularkan penyakit SARS ke manusia, penularan yang juga dari kelelawar dan berpindah ke unta sebelum menginfeksi manusia dalam kasus penyakit MERS, dan anggapan akan hewan kelelawar dan trenggiling sebagai asal mula penyebaran penyakit Covid-19.

Perbedaan Covid-19, SARS dan MERS

Meskipun berasal dari satu virus yang sama, penyakit Covid-19, SARS dan MERS memiliki perbedaan yang cukup banyak seperti yang akan dijabarkan lebih lanjut.

1. Perbedaan Berdasarkan Masa Inkubasinya

Terdapat perbedaan dalam masa inkubasi yang diperlukan dalam ketiga macam penyakit ini. Waktu inkubasi itu sendiri adalah waktu yang diperlukan dalam virus penyebab penyakit ini berkembang hingga menimbulkan keluhan bagi penderitanya. Atau waktu mulai muncul gejala dari infeksi yang dialami. Waktu yang diperlukan dalam penyakit MERS umumnya berkisar 2 hingga 14 hari yang banyak terjadi pada hari ke-5. Sementara untuk SARS diantara 1 hingga 14 hari yang umumnya terpusat pada hari ke 4 hingga 5. Sedangkan dalam kasus Coronavirus diantara 1 hingga 14 hari, dan mirip dengan penyakit MERS yang titik pusat gejalanya sering timbul dalam waktu 5 hari.

2. Perbedaan Berdasarkan Gejala dan Penyebarannya

Dalam skala ringan, ketiga penyakit ini menimbulkan gejala demam, batuk, nyeri pada tenggorokan, hidung tersumbat, tubuh terasa lemas, sakit kepala serta timbul nyeri pada otot. Memiliki kesamaan dengan pneumonia, penyakit ini dapat menimbulkan gejala demam, batuk yang berintensitas parah, kesulitan untuk bernafas dan irama bernafas yang berlangsung pendek-pendek secara cepat. Namun pada penyakit Covid-19, penderitanya sering mengalami pilek dan masalah dalam pencernaan seperti gangguan saat buang air besar, perut terasa mual dan sering disertai dengan muntah.

Ketiga penyakit ini dikenal ditularkan melalui dua macam cara, yaitu melalui menghirup percikan air liur dari penderita penyakit saat bersin atau batuk. Bisa juga jika cairan yang mengandung virus tersebut menempel di benda dan kemudian disentuh oleh orang sehat lainnya, dimana ia menyentuh hidung atau mulut setelah terkontaminasi tanpa mencuci tangannya terlebih dahulu. Penyakit yang paling mudah menyebar antar sesama manusia dari ketiga jenis ini adalah Covid-19, yang kemudian disusul dengan SARS dan diakhiri dengan MERS. Namun dalam persentase angka kematian yang ditimbulkan dari ketiga penyakit serupa ini, penyakit MERS memegang kedudukan posisi paling tinggi dengan mencapai angka kematian 37%, disusul dengan SARS yang sebesar 10% dan diakhiri dengan Covid-19 yang hingga sejauh ini masih lebih kecil dari SARS. Sedangkan dalam tingkat percepatan tersebarnya, Covid-19 menduduki peringkat paling tinggi dan tersebar begitu cepat jika dibandingkan dengan kedua penyakit lainnya. Berbagai sumber yang telah berhasil dikumpulkan dari seluruh dunia menyebut Covid-19 telah menginfeksi hingga lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia, jumlah yang berkali-kali lebih besar dibanding dua penyakit pendahulunya.

3. Perbedaan Dalam Cara Pengobatannya

Meskipun hingga saat ini belum ada obat yang telah dipatenkan sebagai menyembuhkan penyakit Covid-19, terdapat beberapa macam obat yang dinyatakan dapat membantu peredaran bagi para pasiennya. Obat-obat seperti oseltamivir, lopinavir serta ritonavir sudah memberi hasil yang cukup efektif bagi banyak penderita Covid-19. Meski pengembangannya masih terus berada dalam penelitian untuk menghindari efek samping atau gejala penolakan lainnya. Sedangkan untuk penyakit SARS dan MERS yang sudah terjadi di masa lalu, obat lopinavir, ritonavir, dan obat jenis terbaru seperti remdesivir terbukti efektif dalam mengobati penyakit tersebut. Akibat dari belum ditemukan obat yang pastinya, banyak penderita Covid-19 yang mengalami infeksi cukup berat perlu mendapat perawatan lebih intensif seperti pemberian infus, bantuan oksigen, antibiotik serta obat-obatan yang diberikan untuk mengatasi gejala yang timbul. Penderita dengan gejala yang ringan cukup menjalani isolasi mandiri di rumahnya, sedangkan untuk kasus yang berat (seperti berkaitan dengan aneka penyakit lainnya) harus dirawat di rumah sakit untuk dapat lebih sigap dipantau gejala dan perkembangannya. Hal ini dilakukan supaya pihak tersebut tidak menulari orang sehat lainnya. Berbagai lembaga kesehatan nasional maupun dari negara-negara lain mengutamakan pola hidup yang lebih sehat dalam mengatasi pandemi corona yang masih berlangsung hingga saat ini. Dan menyarankan segala aktivitas bepergian keluar rumah untuk dikurangi sebisa mungkin, serta tak lupa untuk menghindari aktivitas perjalanan keluar negeri dulu untuk berbagai keperluan. Jika memungkinkan, segala aktivitas dilakukan melalui pertemuan secara virtual atau berhubungan dengan sarana komunikasi yang telah tersedia.

Black Death, Virus Dengan Nama yang Mengerikan

Ilustrasi Black Death

Saat ini dunia digemparkan dengan sebuah virus yang menyerang hampir semua warga negara di seluruh dunia. Jutaan macam orang dalam aneka ras, suku, etnis tak dapat luput dari serangan besar ini. Tidak hanya berdampak pada merosotnya kesehatan, faktor ekonomi pun terimbas dengan sangat signifikan. Ribuan tempat bekerja pun mengalami kerugian besar yang berdampak pada kemerosotan ekonomi.

Sejarah Penyakit Black Death

Salah satu dampak besar yang diakibatkan juga karena penyakit pernah melanda daerah Eropa sekitar tahun 1346 hingga 1353 silam. Penyakit ini cukup melanda kawasan Eropa dalam waktu yang panjang yaitu selama 7 tahun. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yersinia yang mengakibatkan wabah bubonic, dan kemudian disebut sebagai penyakit black death. Penyakit ini muncul akibat dari banyaknya berkeliaran jumlah tikus yang membawa penyakit tersebut di dekat masyarakat. Aneka jenis tikus yang tinggal di kawasan tersebut dimulai dari tikus hitam liar, hingga tikus yang dipelihara oleh manusia berpotensi besar untuk terinfeksi hingga menyebarkan penyakit tersebut ke manusia. Asal usul terciptanya nama penyakit ini muncul karena kesalahan dalam penerjemahan bahasa latin yaitu ‘atra’ yang seharusnya berarti mengerikan namun diterjemahkan menjadi hitam. Namun tetap digunakan akibat dari makna keduanya yang berkonotasi serupa. Sesuai dengan namanya yang terkesan menyeramkan, penyakit ini memberi dampak besar di wilayah Eropa pada masa itu. Kurang lebih selama 7 tahun masyarakatnya terus dihantui rasa gentar dan tanpa kepastian kapan penyakit ini akan usai. Mirip dengan kegentaran yang saat ini sedang dialami masyarakat dalam menanti waktu dimana penyakit covid-19 ini akan usai. Bahkan beberapa daerah yang memberi kontribusi dalam jumlah besar akan penderita penyakit ini sering disebut sebagai istilah ‘titik fokus penyakit’ hingga ‘gudang penyebaran penyakit’. 

Sudah menjadi hal yang umum untuk terjadi pada masa itu dimana para anggota keluarga yang ditinggalkan harus membopong tubuh mayat keluar rumah untuk dikuburkan. Dahsyatnya penyakit ini menyebabkan hampir 60% dari populasi masyarakat yang hidup di daratan Florence meninggal akibat penyakit ini. Banyak bermunculan puisi yang populer dari kejadian ini, seperti yang berisi kalimat ‘saya mengubur kelima anak yang kukasihi dengan tanganku sendiri’.

Asal Mula Wabah Black Death

Bakteri yersinia

Sama seperti penyakit covid-19, penyakit black death ini juga berkembang dalam waktu tertentu untuk dapat ditemukan status terjangkitnya pada hewan tikus. Normalnya tikus yang terjangkit dapat bertahan hidup sekitar 10 hingga 14 hari sebelum kemudian mati. Bakteri dari inang tikus yang telah mati ini akan berpindah ke tikus lainnya untuk bertahan hidup. Banyak tikus menjadi lebih lapar saat ditumpangi oleh bakteri ini dalam tubuhnya, hingga akhirnya mulai menyerang manusia. Pada manusia yang terinfeksi umumnya sering terlihat di lokasi paha, bagian lipatan ketiak, atau pada leher yang berubah warna menjadi hitam. Infeksi pada manusia timbul dalam tiga hingga lima hari, sebelum mencapai masa puncaknya dimana 80% dari manusia yang terjangkit kemudian meninggal. Atau kondisi yang banyak terjadi pada masa itu di manusia banyak terlihat pada masa dua puluh tiga hari sebelum kemudian manusia itu meninggal. Fakta lebih parahnya lagi, penyakit ini bisa menyebar dari kutu tikus terjangkit yang menempel di pakaian atau aneka benda yang sering disentuh manusia. Pola penyebaran ini disebut dengan istilah penyebaran akibat perpindahan, atau penyebaran secara metastatik. Dimana pola semacam ini yang berkembang dengan cepat di daerah kota besar atau pusat pedesaan di wilayah perbatasan, yang kemudian berkembang pesat hingga ke aneka wilayah pedesaan dan perkotaan yang cukup padat dihuni manusia. Sama seperti virus korona, penyakit black death ini juga dapat tertular melalui air liur yang keluar saat batuk hingga kemudian masuk ke tubuh manusia lain dan beredar di pembuluh darah.

Mirip seperti penyakit covid-19, penyakit black death ini juga memiliki aneka isu yang muncul selama banyak manusia terjangkit pada masa itu. Seperti ada yang mengatakan bahwa penyakit ini berasa dari China, meskipun penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa wabah ini berasal dari daerah pusat yang berkembang di daerah pantai barat laut Kaspia hingga ke bagian selatan Rusia. Dimana kedua negara ini masih beberapa kali diperdebatkan sebagai sumber dari penyakit fenomenal black death oleh sebagian jenis orang. Beberapa dampak ekonomi juga ditimbulkan antar beberapa negara akibat dari penyakit tersebut, seperti terputusnya kerjasama dagang yang terkenal dengan rute jalur sutra di antara banyak negara China dan Eropa.

Beberapa orang juga menganggap bahwa berkembangnya wabah penyakit masal ini juga merupakan hukuman dari Tuhan akibat dari segala kesalahan yang telah mereka lakukan. Banyak pihak juga menyatakan bahwa penyakit yang membawa maut ini sebagai upah atas begitu besarnya dosa manusia dalam melawan perintah Tuhan. Maka sejak saat itu, banyak orang mulai melakukan tindakan pertobatan sebagai wujud penyesalan atas segala kesalahan mereka. Penyakit black death juga dinilai lebih cepat menyebar selama berada di kapal dalam waktu perpindahan dari suatu wilayah ke wilayah lainnya melalui wilayah perairan. Sedangkan selama di wilayah daratan, penyakit ini menyebar lebih perlahan.

Penyebaran dan Dampak Penyakit Black Death

Penyakit black death ini tercatat menyebar banyak di negara Italia, daerah Afrika Utara dan daerah timur tengah yang dimulai sejak kisaran bulan mei hingga september tahun 1347. Lalu juga menyebar di daerah Mediterania Eropa hingga ke Spanyol di tahun berikutnya, 1348 sejak awal bulan maret. Dan kawasan London Inggris juga turut terkontaminasi sejak tanggal 8 Mei di tahun yang sama hingga meraih puncaknya di sebelum tanggal 24 Juni. Akibatnya hampir seluruh daerah Inggris berada dalam kondisi darurat akibat wabah black death ini hingga tahun 1349. Pada tahun 1348 wabah black death ini mendarat di daerah Norwegia akibat hubungan dagang yang berlangsung dengan Inggris. Sempat mengalami penundaan akibat dari musim dingin yang berlangsung di sana, wabah ini baru berkembang dengan pesat setelah musim semi dimulai. Dimana selanjutnya penyebaran penyakit ini berkembang hingga ke Jerman akibat penularan yang begitu cepat terjadi selama penumpang di kapal terkontaminasi.

Akibat begitu maraknya penyebaran penyakit black death ini, banyak perumpamaan menyampaikan hanya satu sosok yang berhasil menguasai dunia. Tokoh besar Napoleon tidak berhasil menguasai daratan Rusia. Sosok fenomenal Hitler yang ditakuti banyak orang juga tidak berhasil menguasai dunia. Bahkan rezim Stalin yang terkenal selama masa periode perang dunia kedua, tidak kalah mengerikan dari Hitler hanya berhasil membunuh separuh dari populasi manusia. Hanya satu sosok yang berhasil menguasai dunia pada masa itu, hingga memberi rasa takut yang dahsyat bagi masyarakatnya. Tak lain lagi sosok ini adalah penyakit black death. Penyakit berskala multinasional ini tercatat berhasil mengurangi jumlah yang besar dari populasi masyarakat Eropa, yaitu sekitar 20 hingga 30%. Populasi masyarakat Eropa yang disensus berkisar 80 juta penduduk berkurang drastis hingga 50 juta diantaranya meninggal akibat black death. Hanya dua negara yaitu Islandia dan Finlandia yang berhasil menghindari ancaman penyakit black death ini bagi segenap masyarakatnya, Hal ini dikarenakan kedua wilayah tersebut hanya memiliki populasi yang kecil dan sangat minim berinteraksi dengan masyarakat luar seperti dalam kebutuhan perdagangan. Seperti banyak jenis penyakit lainnya, penyakit black death ini membuat kalangan wanita dan anak-anak memiliki riwayat angka kematian yang lebih tinggi dibanding kaum pria dewasa. Transformasi besar yang terjadi pada waktu ini sering disebut sebagai kejatuhan daratan Eropa yang paling dramatis bagi komunitas di era akhir zaman medieval sebagai kisah tragedi yang besar khususnya bagi masyarakat Eropa.

Virus-Virus Yang Sempat Gemparkan Dunia

Saat ini, virus yang bernama Corona atau COVID-19 sedang menjadi pusat perhatian oleh dunia. Berasalkan langsung dari sebuah Negara yakni China, di wilayah Wuhan menjadi sebuah virus baru yang sudah menyebar keseluruh Negara yang ada. Salah satunya Indonesia dan juga menyerang Amerika Serikat dengan banyak sekali menajtuhkan para korban. Termasuk lagi di benua Eropa, lebih tepatnya di Negara Itali juga menghabiskan ribuan orang meninggal akibat terserang virus tersebut.

Virusnya ini sudah ada sejak tahun 2019 lalu pada bulan Desember, dan di bulan Januari 2020 lah menjadi kemunculan terbesar dari virus tersebut. WHO selaku organisasi kesehatan dunia ini sudah mengidentifikasikan bahwa virus ini sebagai virus 2019-nCoV.

Dari beberapa data memang langsung bermunculan di pertam kalinya, pada kesehatan China sudah menyebutkan virus ini bisa langsung menyebar dari manusia ke manusia dengan menyebabkan adanya Pneumonia atau dikenal dengan radang paru-paru yang parah. Selain dari virus ini, ternyata ada juga beberpa virus lainnya yang memang sempat menggemparkan dunia. Berikut ini adalah kejelasan artikelnya.

Virus Yang Sempat Gemparkan Dunia

~ Virus Flu Burung

Dilansir oleh salah satu media, bahwasannya Flu Burung ini pertama kalinya sudah ditemukan langsung di sebuah Negara Italia sejak tahun 1878. Akan tetapi, baru muali terkenalnya di dalam sebuah wabah yang memang besar dan langsung melanda adanya peternakan ayam di Negara Amerika Serikat di tahun 1924 sampai 1925. Dimana saat itu Flu Burung ini memang masih bisa untuk menular diantara adanya sebuah ungags dan juga belumlah terjadi pada hewan-hewan yang lainnya juga.

Terlansir di tahun 1997, mengenai flu burung ini memiliki tipe H5N1 yang mulai langsung menjangkiti adanya sebuah peternakan ayam yang berada langsung di Hongkong. Dalam kurun waktu 2 bulanan, flu ini barulah melakukan penularan ke seorang anak laki-laki dengan usia 3 tahunan. Mengenai obat ?… belum ditemukan, sehingga anak yang terjangkit pun harus meninggal dunia. Selain itu sudah ada 17 orang yang terjangkit virusnya yang berada di Hongkong pada bulan Desember 1997 dn pemerintah juga mulai untuk membinasakan adanya 1,5 juta ayam yang ada.

Virusnya sendiri menyerang Radang Selaput Otak. Dan dari 17 orang ini, 5 dianataranya sudah meninggal dunia, dan yang terjadi totalnya 6 orang yang meninggal dunia. Tahun 2003 H5N1 sempat menyerang Negara Hong Kong serta menularkan 2 orang yang kemudian 1 orangnya meninggal dunia. Virus ini bisa berubah menjadi sebuah subtype virus sehingga nantinya bisa menular ke spesies lainnya yang termasuk ke manusia juga.

dan tercatat juga di tahun 2004 pada bulan Januari akhir, di Indonesia sendiri sudah terjangkit flu Burung dengan menyebabkan adanya sebuah kematian dengan 10 juta ayam petelur. Dan penyakit ini memang sudah di mulai sejak tahun 2003 dan tepat di bulan Oktober mengenai kematian ayam petelur di Indonesa sudah terjadi langsung di Jawa Timur.

~ Virus Flu Babi

Virus ini ditemukan langsung dinegara Meksiko, Amerika Serikat, Selandia Baru, Israel serta Perancis pada tahun 2009 silam. Dalam hal ini, pemerintah sudah mengambil beberapa langkah dan Jepanglah langsung untuk memperketat adanya pemeriksaan pada penumpang dari Meksiko yang nantinya turun di bandara Internasionalnya itu. da

Mengenai petugas karantina, memang sangatlah giat untuk membagikan adnaya maske untuk menutupi bagian hidung serta bagian mulut dan juga memakai adanya teknologi pada kamera pemindai pada panas tubuh terhadap para penumpang ntuk bisa memastikan adaya sebuah gejala-gejala flu atau juga gejala demam.negara lainnya seperti Korea Selatan, China serta Taiwan juga melakuakn kebijakan yang sama terhadap virus yang satu ini.

WHO sendiri juga sudah langsung menyatakan adanya langsung pandemic dari Influenza A-H1N1 yang memang sudah bergerak ke seluruh penjuru dunia dnegan memiliki seuah kecepatan yang luar biasa di luar dari pemikiran. Untuk Flu Babi ini sendiri masuk ke Indonesia memang langsung melalui para wisatawan yang memang  sedang pergi ke daerah yang terjangkit Flu tersbut.

~ Virus Cacar Monyet

Pada bulan Mei tahun 2019 lalu, Singapura untuk pertama kalinya melaporkan adanya kasus mengenai Cacar Monyet atau Monkeypox pada bulan Mei 2019 lalu. Penyakitnya sendiri memang sudah di bawa langsung oleh seorang pria dengan usia 38 tahun yang berasalkan langsung dari Negara Nigeria. Mengenai gejala yang dialami seperti adanya Demam, lalu benjolan pada kulit-kulit, adanya nyeri otot dan juga kedinginan yang melanda. Penyakit ini sendiri menjadi penyakit yang berasal langsung dari Negara Afrika Tengah dan juga Afrika Barat. Kurang lebih ada 23 orang sedang melakukan kontak dengan pria tersebut dan mereka yang berada langsung di Singapur akan mendapatkan masa karantina selama 21 Hari.

Terlansir pada tahun 2019 di bulan Mei lalu, kasus dari Cacar Monyet ini untuk pertama kali mendapatkan sebuah laporan tahun 1970 menjadi tahun Republik Demokratik Kongo ada tersebar kasus tersebut.

Di tahun 2003 silam juga kasus ini terlaporkan di Negara Amerika Serikat dengan mengakibatkan adanya manusia dengan Praire Dog. Atau di jelaskan menjadi hewan pengerat makanan rumput yang memang sudah terinfeksi langsung dari adanya tkus Afrika. Virus ini sebenarnya terjadi karena adanya penularan dari Monyet, lalu dari tikus gembia dan juga tupai.

~ Virus SARS

Severe Acute Respiratory Syndrome menjadi sebuah syndrome pada pernapasan yang parah. Penyebaran dari virus ini memang memicu sebuah kepanikan di mana-mana. Akibat dari virus ini, banyak sudah orang-orang untuk membatalkan adanya kunjungan ke Negara-negara yang terjangkit virus tersebut.

Di beberapa daerah juga menurut catatan WHO telah terjangkit virus tersebut. Yakni di daerah Beijing, Guangdong, Shanxi dan juga Hongkong yang berada di Negara China. Ada juga Negara Taiwan, Vietnam, Kanada serta Singapura.

Kasus SARS untuk pertama kalinya ada di dunia ini sudah tercatat di daerah Guangdong tahun 2002 silam. Penyakitnya sekilas mirip dengan flu yang langsung memakan korban jiwa sebanyak 349 orang di China, 774 orang di Negara-negara lainnya. Mengenai orang terinfeksi sampai 8.000 orang. Mengenai gejala dari SARS ini sendiri dimulai dari adanya demam, lalu suhu badan sudah mencapai diangka 38°C dengan ditambah adanya batuk-batuk dengan tipe kering, sesak napas dan juga sudah pernah langsung berkontak dengan para penderitanya di Negara yang terkena kasus SARS ini.

~ Virus Ebola

Virus Ebola adalah salah satu virus parasit paling berbahaya dan juga mempunyai sifat menular. Bila kalian tertular maka 90% dapat dipastikan akan membawa kematian. Virus ini adalah virus yang paling berbahaya dan mematikan, virus ini dapat membunuh korbannya dalam hitungan hari.

Virus Ebola termasuk salah satu dari virus penyebab demam berdarah. Gejala yang muncul ketika terkena virus ini adalah demam, diare, pendarahan, dan juga muntah – muntah.

Dilansir dari salah satu situs, pada 3 Juli 2014. Virus Ebola sudah merebak di Negara Afrika pada januari 2014. Tetapi WHO menyebutkan bahwa pertama kali virus ini teridentifikasi di Republik Demokratik Kongo dan juga Zaire pada 1976. Setelah 6 bulan berlalu pada Januari 2014 di laporkan bahwa 500 orang tewas dan juga jumblah korban terus melonjak.

Dilansir dari sala satu situs bahwa, pada tanggal 15 januari 2016 virus Ebola telah memakan korban jiwa kurang lebih 11.000 orang di seluruh Afrika Barat sesudah muncul di Guinea bagian Selatan pada Desember 2013.

WHO mengumumkan bahwa pada 14 Januari 2016 Virus Ebola yang melanda Afrika Barat selama 2 tahun telah hilang. Negara Liberia adalah Negara terakhir yang terkena virus Ebola dan kini sudah dinyatakan bersih dari virus Ebola.  

Flu Spanyol Virus Mematikan Seperti Corona

Saat ini pandemic yang di sebabkan oleh virus bernama Corona atau COVID-19 ini masih saja terus berjalan di seluruh dunia dengan menggulingkan banyak orang dari setiap negaranya. Kurang lebih sudah menyerang ratusan ribu orang yang ada di seluruh dunia dan menyebabkan korban jiwa hingga puluhan ribu jumlahnya. Wabah inilah yang sampai saat ini membuat seluruh manusia panic dalam segala tindak yang ingin dilakukan dalam setiap geraknya.

Dari adanya pandemic virus ini, semua agenda dengan skala Internasional ini harus di tunda , banyak pekerjaan yang tertunda, PHK menyebar di beberapa kalangan perusahaan yang ada, dan semua itu berasal dari sebuah virus bernama Corona ini. untuk virus ini sendiri sudah masuk ke Indonesia yang sudah menyerang banyak sekali orang dengan kurang lebihnya 200 orang dinyatakan meninggal karena pandemic yang satu ini.

Pandemic Flu Spanyol

Namun, di Zaman dulu ada juga virus yang mematikan yakni Flue Spanyol namanya pada tahun 1918, yang dikatakan lebih berbahaya daripada Corona ini. penyakit ini juga telah di kabarkan pada sebuah kantor berita di Spanyol adanya karakter epidemic yang memang telah muncul di Spanyol. Dan untuk kantor berita itu mengabarkan juga adanya Epidermi sifatnya sendiri ringan. Dan 14 hari setelah laporan tersebut yang telah menginfeksi 100.000 orang yang pada akhirnya penyakit ini sudah berubah menjadi pandemic.

Dari sinilah kita bisa ketahui beberapa fakta mengenai sejarah Flu Spanyol juga sampai ke Indonesia tahun 1918

#1 Mengenali Gejala Dari Flu Spanyol

Untuk gejala dari Pandemic yang satu ini ialah sakit kepala dan juga adanya kelelahan yang langsung di ikuti dengan batuk kering, kehilangan nafsu makan serta mengalami sebuah gejala dengan timbul pada masalh di bagian perut. Nantinya, di hari kedua ini sang penderita akan mengeluarkan keringat dan juga mendapatkan penderitaan pada gangguan pernapasan. Lalu gangguan pernapasan inilah yang nanti masuk pada tahapan pneumonia yang jauh lebih berkembang buruk lagi.

Dalam sebuah buku Mark Humphries yang memiliki sebuah judul dengan nama The Last Plague, Pneumonia, ataupun adanya kompilasi pernapasan yang di sebabkan langsung adanya flu sering menjadi penyebab utama kematian. Hal inilah yang menyebabkan mengapa nantinya ada kesulitan untuk menentukan jumlah yang pastinya penderita yang dpastikan meninggal karena penyakit tersebut.

Dan dari situlah, penularan tersebut di sebabkan karena adanya virus itu menular melalui udara, sehingga memiliki jangkauan lebih luas lagi dan bisa membuatjumlah korbannya ini sangat tinggi. Dan ini tercatat 60% dari sebuah populasi dunia yang langsung tertular karena virus ini.

#2 Flu Spanyol Ini Menyebar Sampailah Di Indonesia

Ini dilansir dari sumber yang sama, dimana adanbya Flu Spanyol yang kemungkinan bisa masuk ke Indonesia melalui sebuah jalun darat. Dan dari sini adanya Pemerintah Hindia Belanda yang sudah mencatat, bahwasannya virus ini sendiri di bawa untuk pertama kali oleh penumpang kapal dari Malaysia dan juga Singapura yang langsung menyebar melalui wilayah Sumatera Utara.

Virus ini sendiri kemudian datang dan menyerang kota-kota besar yang ada di Pulau Jawa pada Juli 1918 yang awal penyebarannya, penduduk di sekitar tidaklah sadar adanya sebuah virus yang bisa menyebar cepat dan juga mengamuk dengan sangat ganas. Apalagi saat itu adanya sebuah perhatian pemerintah yang langsung tertuju pada sebuah penanganan penyakit menular lainnya seperti halnya Kolera, Pes dan juga Cacar.

#3 Langsung Menyerang Kota Besar Di Pula Jawa

Untuk awal kedatangannya sendiri di Indonesia ini, hanyalah sedikit orang yang memanglah udah berfikir bahwasannya flu Spanyol ini sudah berbahaya. Bahkan dikabarkan juga Asosiasi Dokter Batavia untuk bisa menyimpulkan bahwasannya flu Spanyol ini tidaklah berbahaya jika di bandingkan dengan flu lainnya.

Untuk akibat ini sendiri, bisa di hitung dalam hitungan, dengan adanya virus yang menyebar ke Jawa Barat yakni Bandung, Jawa Tengah yakni Purworejo dan juga Kudus, serta Jawa Timur yakni Kertosono, Surabya dan juga Jatiroto. Selain daripada Pulau Jawa, virus ini juga sudah menjangkit aanya Kalimantan yakni Banjarmasin dan juga Pulau Laut sebelum sampai di Bali, Sulawesi dan beberapa Pulau di sekitarnya.

#4 Terdapat Kesalahpahaman Atas Flu Spanyol Ini

Kesalahapahaman ini menimbulkan dari sebuah penyebab dari telatnya penanganan terhadap pandemic tersebut. Disini terdapat Dinas Kesehatan Sipil Hindia Belanda atau BGD yang bahkan sempat salah dengan cara mengira penyakit itu ialah Kolera. Akibatnya sendiri, setelah muncul berbagai macam gejala, pemerintah langsung yang memang menginstruksikan BGD yang mengadakan Vaksin Kolera pada tiap daerah. Kesalahan di dalam penanganan ini juga membuat jumlah korban meninggal makin banyak yang memang sebagian besar dari kalangan Tionghoa dan Bumiputera.

Selain daripada itu adanya sebuah pengamatan dari BGD , gejala yang memang biasanya muncul dari virus persis sekali dengan adanya Flu biasa. Penderita ini sendiri biasanya si merasa pilek berat, lalu batuk kering, bersin-bersin, dan juga merasakan sakit kepala akut di awalnya. Bukannya makin mereda, namun di hari ke 4 atau juga ke 5, virus ini sudah menyebar hingga adanya paru-paru dan juga telah berkembang menjadi pneumonia. Dan kalau penderita ini sudah sampai tahapan ini kecil yang memungkinkan bagi dia untuk bisa bertahan.

#5 Terdapat Gelombang Ke 2 Dalam Penyebaran Virus

Disini adanya sebuah gelombang pertama yakni dari bulan Juli sampai bulan September yakni dengan adanya virus yang hanya menyerang pada pulau-pulau besar di Indonesia. Dan untuk gelombang ke 2 ini adanya di bulan Oktober sampai bulan Desember yakni terdapat sebuah virus yang memang telah sampai pada pulau kecil Nusantara. Dan bahkan pada bulan Januari tahun 1919 virus ini pun masih menyerang di Pulau Buton.

Bersumber dari Harian Sin Pao untuk menyebutkan karena virus itu, ada juga 200 pekerja perkebunan di Jawa Bara dengan terinfeksi pandemic sehingga nantinya tidak bisa untuk bekerja. Dan hal ini sendiri membuat sebuah produksi kopi menjadi terhambat. Dan sementara itu pun di Padang, adanya kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah menjadi terhentikan dikarenakan adanya sebuah mayoritas murid dan juga guru yang langsung terinfeksi Flu Spanyol.

#6 Banyaknya Korban Jiwa

Untuk peristiwa ini juga sangat mengerikan pada saat itu. Dimana, adanya banyak korban meninggal berjatuhan. Ddan pada November 1918, adanya jumlah Penduduk di Indonesia yang memang meninggal karena adanya Flu Spanyol yang memiliki jumlah sebanyak 402,163 Jiwa. Namun untuk sebenarnya , tidak diketahui dengan pasti berapa saja jumlah korban yang sudah tumbang karena pandemic Flu Spanyol ini.

Dilansir oleh Collin Brown di dalam buku berjudulkan The Influenza Pandemic 1918 In Indonesia, untuk Jumlah korban Flu Spanyol di Indonesia sendiri memiliki jumlah 1,5 juta jiwa. Sementara itu adanya Flu Spanyol yang menyebabkan presentase kematian yang ada di Jawa Tengah dan juga Jawa Timur dengan naik 2 kali lipat bahkan lebih.