Flu Spanyol Virus Mematikan Seperti Corona

Saat ini pandemic yang di sebabkan oleh virus bernama Corona atau COVID-19 ini masih saja terus berjalan di seluruh dunia dengan menggulingkan banyak orang dari setiap negaranya. Kurang lebih sudah menyerang ratusan ribu orang yang ada di seluruh dunia dan menyebabkan korban jiwa hingga puluhan ribu jumlahnya. Wabah inilah yang sampai saat ini membuat seluruh manusia panic dalam segala tindak yang ingin dilakukan dalam setiap geraknya.

Dari adanya pandemic virus ini, semua agenda dengan skala Internasional ini harus di tunda , banyak pekerjaan yang tertunda, PHK menyebar di beberapa kalangan perusahaan yang ada, dan semua itu berasal dari sebuah virus bernama Corona ini. untuk virus ini sendiri sudah masuk ke Indonesia yang sudah menyerang banyak sekali orang dengan kurang lebihnya 200 orang dinyatakan meninggal karena pandemic yang satu ini.

Pandemic Flu Spanyol

Namun, di Zaman dulu ada juga virus yang mematikan yakni Flue Spanyol namanya pada tahun 1918, yang dikatakan lebih berbahaya daripada Corona ini. penyakit ini juga telah di kabarkan pada sebuah kantor berita di Spanyol adanya karakter epidemic yang memang telah muncul di Spanyol. Dan untuk kantor berita itu mengabarkan juga adanya Epidermi sifatnya sendiri ringan. Dan 14 hari setelah laporan tersebut yang telah menginfeksi 100.000 orang yang pada akhirnya penyakit ini sudah berubah menjadi pandemic.

Dari sinilah kita bisa ketahui beberapa fakta mengenai sejarah Flu Spanyol juga sampai ke Indonesia tahun 1918

#1 Mengenali Gejala Dari Flu Spanyol

Untuk gejala dari Pandemic yang satu ini ialah sakit kepala dan juga adanya kelelahan yang langsung di ikuti dengan batuk kering, kehilangan nafsu makan serta mengalami sebuah gejala dengan timbul pada masalh di bagian perut. Nantinya, di hari kedua ini sang penderita akan mengeluarkan keringat dan juga mendapatkan penderitaan pada gangguan pernapasan. Lalu gangguan pernapasan inilah yang nanti masuk pada tahapan pneumonia yang jauh lebih berkembang buruk lagi.

Dalam sebuah buku Mark Humphries yang memiliki sebuah judul dengan nama The Last Plague, Pneumonia, ataupun adanya kompilasi pernapasan yang di sebabkan langsung adanya flu sering menjadi penyebab utama kematian. Hal inilah yang menyebabkan mengapa nantinya ada kesulitan untuk menentukan jumlah yang pastinya penderita yang dpastikan meninggal karena penyakit tersebut.

Dan dari situlah, penularan tersebut di sebabkan karena adanya virus itu menular melalui udara, sehingga memiliki jangkauan lebih luas lagi dan bisa membuatjumlah korbannya ini sangat tinggi. Dan ini tercatat 60% dari sebuah populasi dunia yang langsung tertular karena virus ini.

#2 Flu Spanyol Ini Menyebar Sampailah Di Indonesia

Ini dilansir dari sumber yang sama, dimana adanbya Flu Spanyol yang kemungkinan bisa masuk ke Indonesia melalui sebuah jalun darat. Dan dari sini adanya Pemerintah Hindia Belanda yang sudah mencatat, bahwasannya virus ini sendiri di bawa untuk pertama kali oleh penumpang kapal dari Malaysia dan juga Singapura yang langsung menyebar melalui wilayah Sumatera Utara.

Virus ini sendiri kemudian datang dan menyerang kota-kota besar yang ada di Pulau Jawa pada Juli 1918 yang awal penyebarannya, penduduk di sekitar tidaklah sadar adanya sebuah virus yang bisa menyebar cepat dan juga mengamuk dengan sangat ganas. Apalagi saat itu adanya sebuah perhatian pemerintah yang langsung tertuju pada sebuah penanganan penyakit menular lainnya seperti halnya Kolera, Pes dan juga Cacar.

#3 Langsung Menyerang Kota Besar Di Pula Jawa

Untuk awal kedatangannya sendiri di Indonesia ini, hanyalah sedikit orang yang memanglah udah berfikir bahwasannya flu Spanyol ini sudah berbahaya. Bahkan dikabarkan juga Asosiasi Dokter Batavia untuk bisa menyimpulkan bahwasannya flu Spanyol ini tidaklah berbahaya jika di bandingkan dengan flu lainnya.

Untuk akibat ini sendiri, bisa di hitung dalam hitungan, dengan adanya virus yang menyebar ke Jawa Barat yakni Bandung, Jawa Tengah yakni Purworejo dan juga Kudus, serta Jawa Timur yakni Kertosono, Surabya dan juga Jatiroto. Selain daripada Pulau Jawa, virus ini juga sudah menjangkit aanya Kalimantan yakni Banjarmasin dan juga Pulau Laut sebelum sampai di Bali, Sulawesi dan beberapa Pulau di sekitarnya.

#4 Terdapat Kesalahpahaman Atas Flu Spanyol Ini

Kesalahapahaman ini menimbulkan dari sebuah penyebab dari telatnya penanganan terhadap pandemic tersebut. Disini terdapat Dinas Kesehatan Sipil Hindia Belanda atau BGD yang bahkan sempat salah dengan cara mengira penyakit itu ialah Kolera. Akibatnya sendiri, setelah muncul berbagai macam gejala, pemerintah langsung yang memang menginstruksikan BGD yang mengadakan Vaksin Kolera pada tiap daerah. Kesalahan di dalam penanganan ini juga membuat jumlah korban meninggal makin banyak yang memang sebagian besar dari kalangan Tionghoa dan Bumiputera.

Selain daripada itu adanya sebuah pengamatan dari BGD , gejala yang memang biasanya muncul dari virus persis sekali dengan adanya Flu biasa. Penderita ini sendiri biasanya si merasa pilek berat, lalu batuk kering, bersin-bersin, dan juga merasakan sakit kepala akut di awalnya. Bukannya makin mereda, namun di hari ke 4 atau juga ke 5, virus ini sudah menyebar hingga adanya paru-paru dan juga telah berkembang menjadi pneumonia. Dan kalau penderita ini sudah sampai tahapan ini kecil yang memungkinkan bagi dia untuk bisa bertahan.

#5 Terdapat Gelombang Ke 2 Dalam Penyebaran Virus

Disini adanya sebuah gelombang pertama yakni dari bulan Juli sampai bulan September yakni dengan adanya virus yang hanya menyerang pada pulau-pulau besar di Indonesia. Dan untuk gelombang ke 2 ini adanya di bulan Oktober sampai bulan Desember yakni terdapat sebuah virus yang memang telah sampai pada pulau kecil Nusantara. Dan bahkan pada bulan Januari tahun 1919 virus ini pun masih menyerang di Pulau Buton.

Bersumber dari Harian Sin Pao untuk menyebutkan karena virus itu, ada juga 200 pekerja perkebunan di Jawa Bara dengan terinfeksi pandemic sehingga nantinya tidak bisa untuk bekerja. Dan hal ini sendiri membuat sebuah produksi kopi menjadi terhambat. Dan sementara itu pun di Padang, adanya kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah menjadi terhentikan dikarenakan adanya sebuah mayoritas murid dan juga guru yang langsung terinfeksi Flu Spanyol.

#6 Banyaknya Korban Jiwa

Untuk peristiwa ini juga sangat mengerikan pada saat itu. Dimana, adanya banyak korban meninggal berjatuhan. Ddan pada November 1918, adanya jumlah Penduduk di Indonesia yang memang meninggal karena adanya Flu Spanyol yang memiliki jumlah sebanyak 402,163 Jiwa. Namun untuk sebenarnya , tidak diketahui dengan pasti berapa saja jumlah korban yang sudah tumbang karena pandemic Flu Spanyol ini.

Dilansir oleh Collin Brown di dalam buku berjudulkan The Influenza Pandemic 1918 In Indonesia, untuk Jumlah korban Flu Spanyol di Indonesia sendiri memiliki jumlah 1,5 juta jiwa. Sementara itu adanya Flu Spanyol yang menyebabkan presentase kematian yang ada di Jawa Tengah dan juga Jawa Timur dengan naik 2 kali lipat bahkan lebih.