Kasus Corona Terbanyak Saat Ini Di Amerika Serikat

Bumi saat ini sedang di landa musibah dengan merambahnya wabah Corona atau COVID 19 yang dimana menyebabkan seluruh dunia kewalahan atas virus berbahaya ini. banyak sudah kasus yang menyebabkan orang-orang meninggal dunia akibat adanya virus yang satu ini. berasal dari Wuhan yang lambat laun merebak ke seluruh dunia tanpa terkecuali Negara Indonesia ini. untuk kasus di Indonesia untu perhari ini 2 April 2020 telah mencapai kasus 1,677 orang terkonfirmasi PDP, negative terkena baru sekitaran 5.516 dengan sembuh di angka 103 dan jumlah yang meninggal di angka 157 orang. Sementara itu, kabar terbarunya di dunia ini USA mencapai 937, 941 kasus, dengan yang meninggal terhitung sudah di angka 47,273 jiwa dan untuk recovered nya 195, 188 jiwa.

Untuk saat ini juga, Donald Trump selaku presiden di AS ini memperpanjang adanya Social Distancing sampai pada bulan April, Akhir. Dalam hal ini dirinya juga mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih, akan mengatakan puncak penularan virus corona yang akan terjadi dalam kurun waktu 2 minggu.

Yang Terjadi Di Amerika Serikat Saat Ini

Sekedar info tipis yang bisa ketahui mengenai kasus corona yang ada di dunia terutama di Amerika Serikat ini ialah :

  • AS menjadi salah satu pusat penyebaran atas kasus corona yang ada dan juga paling tertinggi dengan jumlah kasusnya lebih dari 140 ribu.
  • Donald Trump selaku presiden di Amerika Serikat juga mengutarakan bahwasannya rumah sakit disana menyembunyikan alat ventilator yang kemudian langsung di bantah oleh dirinya.
  • Saat ini , Negara Amerika Serikat sebagaian kota besarnya memang meminta sebuah peralatan tambahan dikarenakan semakin meningkat saja kasusnya di Negara tersebut.

# New York, menjadi kota penyebaran virus Corona

Untuk yang satu ini, menjadi hal utama yang mungkin mendasari kejadian kasus corona di AS terus menambah. Pasalnya, ini memanglah menjadi sebuah factor yang menyebabkan jumlah kasus dari Corona semakin meluas di Amerika Serikat dan tepat di Kota New York. Dimana, kasusnya di setiap hari semakin bertambah saja jumlahnya berkat hasil dari pemeriksaan Covid 19 yang diserentakan secara masal setelah di lakukannya oleh pemerintah daerah di dalam beberapa waktu terakhir ini.

Pemerintah menggelar pemeriksaan masal ini untuk puluhan ribu warga yang ada di Kota New York yang benar-benar mengikuti tes Covid 19 ini. untuk saat ini, baru di kabari saja yang terkena virus Corona di AS baru mengalami gejala ringan saja seperti Demam dan juga adanya Pneumonia.

# Jumlah Yang Kurang Akan Ventilator Di AS

Tahukah kalian dengan alat Ventilator ?.. yang di maksudkan dengan alat ventilator ini sendiri ialah sebuah mesin yang memang memiliki fungsi untuk bisa menun jang atau membantu pernapasan bagi setiap pasiennya. Pasalnya, alat ini memang benar-benar berguna bagi kalian yang tidak bisa bernafas dengan sendirinya.  Bisa saja terjadi karena ada penyakit atau karena cedera yang mengharuskan kalian menggunakan alat itu. Tujuannya sendiri, agar nantinya pasien bisa mendapatkan asupan oksigen yang sangatlah cukup.

Namun, mirisnya karena kondisi di rs Amerika Serikat mengalami kewalahan pada penanganannya ini. untuk 1 ventilator bisa di gunaka untuk 2 orang saja.

Di kota New York ini sendiri terdapat kawasan bernama Lousiana yang terdampak juga terkena virus corona ini. Gubernur disana, John Bel Edwards mengatakan sudah bahwasannya fasilitas medis disana sudah habis. Terutama sekali fasilitas medis yang kehabisan kmar dan juga ventilator untuk pasien benar-benar sudah tidak tersedia cukup banyak bagi pasien yang sudah terpapar penyakit ini., jika saja penumpukan pasien ini tidak secepatnya di minimalisir maka 2 sampai 3 April 2020 persediaan ventilator akan segera abis. Dan mengenai kamar pasien akan habis di isi sehingga sampai tanggal 7 April 2020 saja.

# Mengenai Dsitribusi sangat lamban alat ujinya

Terlampir dari data laporan USA Today yang mengatakan adanya sebuah kota di barat daya Florida yang memanglah memiliki penduduk dengan rata0rata usiannya itu mencapai 66 tahun, da nada juga rumah sakit yang tiba-tiba langsung menghentikan tempat dari pengujian drive through mereka dikarenakan kehabisan alat ujinya. Dokter yang berada di Winter Heaven tepat di salah satu kota di Florida ini sekitar 10 hari menunggu untuk bisa benar-benar mendapatkan hasil tes dari COVID 19.

Sedangkan untuk di wilayah Miami bagian Selatan ini , lingkungannya juga sudah di kelilingi dengan adanya rumah-rumah pension yakni presiden komunitas rumah sakit yang sampai saat ini mengambil sebuah pinjamannya sebesar US $ 380,000 dari rumahnya sendiri untuk melakukan pengamanan pengiriman 1000 alat tes seminggu untuk bisa di gunakan dalam beberapa bulan kedepanya.

# Tidak setuju jika di lakukan Lockdown Menyeluruh

Selain factor yang sudah mimin jelaskan itu, presiden Donald Trump sendiri juga tetap bersikeras untuk tidak melakukan Lockdown secara menyeluruh di Amerika Serikat. Menurut dari Trump sendiri, ini menjadi suatu hal yang sangat berlebihan. Bahkan, Trump sendiri juga tahu akibat adanya krisis corona akan berakhir sebelum hari paskah yang sudah jatuh pada 12 April nanti. Trump sendiri langsung mengutarakan bahwasannya dirinya ini sangat senang hati untuk bisa membuka Negara ini dan juga siap untuk acara paskah.

# Korban yang tercapai di AS sebanyak 200 Ribu Orang

Hal ini yang banyak di sorot sekali oleh mata dunia. Dimana, angka yang di berikan tinggi sekali untuk korban jiwa yang sudah meninggal. Nah, keputusan dari Washington ini telah muncul setelah adanya Direktur Institut Penyakit Menular dan juga Alergi yang ada di Amerika, serta Anthony Fauci yang juga sudah mengatakan kepada CNN kurang lebihnya ini bahwa wabah corona ini bisa untuk memakan korban diantara 100 ribu sampai juga puncaknya 200 ribu.

Di kutip dari Dr. Fauci juga mengatakan apapun itu model yang memang kita gunakan untuk membuat sebuah pediksi yakni selalu ada sebuah scenario yang terburuk dan juga scenario terbaik.

Namun, setelah adanya sebuah pertemuannya dengan sang Presiden Trump , Dr Fauci ini sendiri juga bersikap yang sangat melunak dengan melakukan pernyataan yang memungkinkan dari jumlah korban yang ad. Dirinya juga mengatakan scenario terburuk ini juga sudah terjadi di Amerika Serikat. Jika nantinya warga yang ada di Negara tersebut tidak mengikuti petunjuk agar tidak keluar rumah, maka meminimalisir adanya virus corona ini jadi semakin sulit saja pastinya.

Dan Dr. Fauci ini sendiri juga menambahkan adanya perpanjangan pada masa social distancing ini sebagai langkah yang bijak.

Nah, itu tadi yang membuat Amerika Serikat menjadi Negara dengan kasus corona paling tinggi saat ini di mata dunia.