Black Death, Virus Dengan Nama yang Mengerikan

Ilustrasi Black Death

Saat ini dunia digemparkan dengan sebuah virus yang menyerang hampir semua warga negara di seluruh dunia. Jutaan macam orang dalam aneka ras, suku, etnis tak dapat luput dari serangan besar ini. Tidak hanya berdampak pada merosotnya kesehatan, faktor ekonomi pun terimbas dengan sangat signifikan. Ribuan tempat bekerja pun mengalami kerugian besar yang berdampak pada kemerosotan ekonomi.

Sejarah Penyakit Black Death

Salah satu dampak besar yang diakibatkan juga karena penyakit pernah melanda daerah Eropa sekitar tahun 1346 hingga 1353 silam. Penyakit ini cukup melanda kawasan Eropa dalam waktu yang panjang yaitu selama 7 tahun. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yersinia yang mengakibatkan wabah bubonic, dan kemudian disebut sebagai penyakit black death. Penyakit ini muncul akibat dari banyaknya berkeliaran jumlah tikus yang membawa penyakit tersebut di dekat masyarakat. Aneka jenis tikus yang tinggal di kawasan tersebut dimulai dari tikus hitam liar, hingga tikus yang dipelihara oleh manusia berpotensi besar untuk terinfeksi hingga menyebarkan penyakit tersebut ke manusia. Asal usul terciptanya nama penyakit ini muncul karena kesalahan dalam penerjemahan bahasa latin yaitu ‘atra’ yang seharusnya berarti mengerikan namun diterjemahkan menjadi hitam. Namun tetap digunakan akibat dari makna keduanya yang berkonotasi serupa. Sesuai dengan namanya yang terkesan menyeramkan, penyakit ini memberi dampak besar di wilayah Eropa pada masa itu. Kurang lebih selama 7 tahun masyarakatnya terus dihantui rasa gentar dan tanpa kepastian kapan penyakit ini akan usai. Mirip dengan kegentaran yang saat ini sedang dialami masyarakat dalam menanti waktu dimana penyakit covid-19 ini akan usai. Bahkan beberapa daerah yang memberi kontribusi dalam jumlah besar akan penderita penyakit ini sering disebut sebagai istilah ‘titik fokus penyakit’ hingga ‘gudang penyebaran penyakit’. 

Sudah menjadi hal yang umum untuk terjadi pada masa itu dimana para anggota keluarga yang ditinggalkan harus membopong tubuh mayat keluar rumah untuk dikuburkan. Dahsyatnya penyakit ini menyebabkan hampir 60% dari populasi masyarakat yang hidup di daratan Florence meninggal akibat penyakit ini. Banyak bermunculan puisi yang populer dari kejadian ini, seperti yang berisi kalimat ‘saya mengubur kelima anak yang kukasihi dengan tanganku sendiri’.

Asal Mula Wabah Black Death

Bakteri yersinia

Sama seperti penyakit covid-19, penyakit black death ini juga berkembang dalam waktu tertentu untuk dapat ditemukan status terjangkitnya pada hewan tikus. Normalnya tikus yang terjangkit dapat bertahan hidup sekitar 10 hingga 14 hari sebelum kemudian mati. Bakteri dari inang tikus yang telah mati ini akan berpindah ke tikus lainnya untuk bertahan hidup. Banyak tikus menjadi lebih lapar saat ditumpangi oleh bakteri ini dalam tubuhnya, hingga akhirnya mulai menyerang manusia. Pada manusia yang terinfeksi umumnya sering terlihat di lokasi paha, bagian lipatan ketiak, atau pada leher yang berubah warna menjadi hitam. Infeksi pada manusia timbul dalam tiga hingga lima hari, sebelum mencapai masa puncaknya dimana 80% dari manusia yang terjangkit kemudian meninggal. Atau kondisi yang banyak terjadi pada masa itu di manusia banyak terlihat pada masa dua puluh tiga hari sebelum kemudian manusia itu meninggal. Fakta lebih parahnya lagi, penyakit ini bisa menyebar dari kutu tikus terjangkit yang menempel di pakaian atau aneka benda yang sering disentuh manusia. Pola penyebaran ini disebut dengan istilah penyebaran akibat perpindahan, atau penyebaran secara metastatik. Dimana pola semacam ini yang berkembang dengan cepat di daerah kota besar atau pusat pedesaan di wilayah perbatasan, yang kemudian berkembang pesat hingga ke aneka wilayah pedesaan dan perkotaan yang cukup padat dihuni manusia. Sama seperti virus korona, penyakit black death ini juga dapat tertular melalui air liur yang keluar saat batuk hingga kemudian masuk ke tubuh manusia lain dan beredar di pembuluh darah.

Mirip seperti penyakit covid-19, penyakit black death ini juga memiliki aneka isu yang muncul selama banyak manusia terjangkit pada masa itu. Seperti ada yang mengatakan bahwa penyakit ini berasa dari China, meskipun penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa wabah ini berasal dari daerah pusat yang berkembang di daerah pantai barat laut Kaspia hingga ke bagian selatan Rusia. Dimana kedua negara ini masih beberapa kali diperdebatkan sebagai sumber dari penyakit fenomenal black death oleh sebagian jenis orang. Beberapa dampak ekonomi juga ditimbulkan antar beberapa negara akibat dari penyakit tersebut, seperti terputusnya kerjasama dagang yang terkenal dengan rute jalur sutra di antara banyak negara China dan Eropa.

Beberapa orang juga menganggap bahwa berkembangnya wabah penyakit masal ini juga merupakan hukuman dari Tuhan akibat dari segala kesalahan yang telah mereka lakukan. Banyak pihak juga menyatakan bahwa penyakit yang membawa maut ini sebagai upah atas begitu besarnya dosa manusia dalam melawan perintah Tuhan. Maka sejak saat itu, banyak orang mulai melakukan tindakan pertobatan sebagai wujud penyesalan atas segala kesalahan mereka. Penyakit black death juga dinilai lebih cepat menyebar selama berada di kapal dalam waktu perpindahan dari suatu wilayah ke wilayah lainnya melalui wilayah perairan. Sedangkan selama di wilayah daratan, penyakit ini menyebar lebih perlahan.

Penyebaran dan Dampak Penyakit Black Death

Penyakit black death ini tercatat menyebar banyak di negara Italia, daerah Afrika Utara dan daerah timur tengah yang dimulai sejak kisaran bulan mei hingga september tahun 1347. Lalu juga menyebar di daerah Mediterania Eropa hingga ke Spanyol di tahun berikutnya, 1348 sejak awal bulan maret. Dan kawasan London Inggris juga turut terkontaminasi sejak tanggal 8 Mei di tahun yang sama hingga meraih puncaknya di sebelum tanggal 24 Juni. Akibatnya hampir seluruh daerah Inggris berada dalam kondisi darurat akibat wabah black death ini hingga tahun 1349. Pada tahun 1348 wabah black death ini mendarat di daerah Norwegia akibat hubungan dagang yang berlangsung dengan Inggris. Sempat mengalami penundaan akibat dari musim dingin yang berlangsung di sana, wabah ini baru berkembang dengan pesat setelah musim semi dimulai. Dimana selanjutnya penyebaran penyakit ini berkembang hingga ke Jerman akibat penularan yang begitu cepat terjadi selama penumpang di kapal terkontaminasi.

Akibat begitu maraknya penyebaran penyakit black death ini, banyak perumpamaan menyampaikan hanya satu sosok yang berhasil menguasai dunia. Tokoh besar Napoleon tidak berhasil menguasai daratan Rusia. Sosok fenomenal Hitler yang ditakuti banyak orang juga tidak berhasil menguasai dunia. Bahkan rezim Stalin yang terkenal selama masa periode perang dunia kedua, tidak kalah mengerikan dari Hitler hanya berhasil membunuh separuh dari populasi manusia. Hanya satu sosok yang berhasil menguasai dunia pada masa itu, hingga memberi rasa takut yang dahsyat bagi masyarakatnya. Tak lain lagi sosok ini adalah penyakit black death. Penyakit berskala multinasional ini tercatat berhasil mengurangi jumlah yang besar dari populasi masyarakat Eropa, yaitu sekitar 20 hingga 30%. Populasi masyarakat Eropa yang disensus berkisar 80 juta penduduk berkurang drastis hingga 50 juta diantaranya meninggal akibat black death. Hanya dua negara yaitu Islandia dan Finlandia yang berhasil menghindari ancaman penyakit black death ini bagi segenap masyarakatnya, Hal ini dikarenakan kedua wilayah tersebut hanya memiliki populasi yang kecil dan sangat minim berinteraksi dengan masyarakat luar seperti dalam kebutuhan perdagangan. Seperti banyak jenis penyakit lainnya, penyakit black death ini membuat kalangan wanita dan anak-anak memiliki riwayat angka kematian yang lebih tinggi dibanding kaum pria dewasa. Transformasi besar yang terjadi pada waktu ini sering disebut sebagai kejatuhan daratan Eropa yang paling dramatis bagi komunitas di era akhir zaman medieval sebagai kisah tragedi yang besar khususnya bagi masyarakat Eropa.