Pemberitaan Media Asing Terkait Omnibus Law

Kata kata Omnibus Law berawal dari pidato Presiden Joko Widodo pada saat pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia kedua kalinya. Dalam pidatonya Jokowi menyebutkan sebuah konsep hukum yang disebut dengan Omnibus Law. Ada dua jenis Omnibus Law yang diajukan oleh pemerintah yaitu Cipta Kerja dan Perpajakan. Sebagaimana yang kita ketahui sekarang ini sedang ramai ramainya di perbincangkan tentang Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja,  yang dimana banyak menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat Indonesia terutama bagi kaum buruh. Dari Pro dan Kontra ini bisa diakui banyak sekali yang Kontra atau menolak mentah-mentah hadirnya UU Cipta Kerja yang tidak jelas sumber kebenarannya ini. 

Ada beberapa media menyatakan lembar dari UU Cipta Kerja ini adalah 1000 lembar lebih tapi baru pemberitahuan terhadap Presiden hanya 800 lembar saja. Lalu sisanya kemana ? inilah yang menjadi pertanyaan masyarakat dan seluruh Mahasiswa dan Mahasiswi yang ada di Indonesia. Apa mereka semua selaku anggota DPR sanggup membaca 1000 lembar lebih hanya dalam waktu sekejap, dan menentukan pemukulan sah ketok palu di malam hari dengan begitu mudahnya ? mungkin itu semua hanya anggota DPR yang tahu dan anggota Pemerintah lainnya yang tahu. Yang jelas, kami sebagai rakyat sedang tidur nyenyak tiba-tiba dibacakan dongeng yang menyeramkan dan membuat kami terbangun dengan semua mimpi buruk yang nyata. 

Terlepas dari itu semua, ternyata Omnibus Law yang menghadirkan demo besar-besaran sudah masuk ke beberapa media luar yang menurut kami sangat memalukan. Bangsa kami terkenal bukan karena kehebatannya tapi karena keruntuhan dari pemerintahnya dengan rakyat. Ingin tahu pemberitaannya seperti apa ? maka dari itu, kalian bisa lihat lebih lengkapnya di bawah ini. 

New York Times

Media yang satu ini telah menerbitkan 2 berita tentang Omnibus Law UU Cipta Kerja, yaitu pada tanggal 2 Oktober dan 5 Oktober. Headline yang di bahas pada berita tersebut adalah Indonesia’s Plan Draws Fire From Environmentalists and Unions and Indonesia’s Parliament Approves Jobs Bill,  Despite Labor and Environmental Fears.  Dua berita tersebut membahas tentang pertentangan pada UU Cipta Kerja. 

Pada tanggal 2 Oktober New York Time menurunkan beritanya yang berisikan “ Para pendukung Omnibus Bill atau Omnibus Law akan menarik investor dengan memangkas regulasi bisnis,  mempercepat persetujuan proyek,  sampai dengan memberitakan perihal menghilangkan ada banyaknya sebuah persyaratan mengenai perizinan yang berlaku. 

Pada tanggal 5 Oktober New York Time kembali menurunkan berita yang berisikan “ Dengan dukungan tujuh dari sembilan partai politik parlemen,  anggota parlemen dengan mudah mengesahkan ukuran stimulus 905 halaman, yang bertujuan untuk menarik investasi dengan memangkas peraturan yang terdapat di 80 UU terpisah, “ New York Times 5 Oktober 2020.

Dengan disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja ini,  banyak yang berspekulasi bahwa ini ada keterkaitannya dengan salah satu dampak pandemi yang sedang dialami oleh indonesia saat ini. Seperti yang kita ketahui bahwa dampak pandemi ini sangat signifikan karena sampai saat ini Indonesia masih di ambang Krisis Ekonomi. Walaupun banyak pro dan kontra terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja ini,  pemerintah tetap mengarahkannya bahkan mempercepat pengesahannya pada tanggal 5 Oktober 2020 lalu. NEW York Time juga menyorot dampak UU Cipta Kerja ini terhadap lingkungan masyarakat,  yang dimana walaupun Omnibus Law UU Cipta Kerja ini bisa menarik investor, tapi para investor juga pasti khawatir akan berdampak pada kerusakan lingkungan seperti pembakaran hutan. Ada 36 Investor Global yang mengeluarkan surat terbuka untuk Indonesia yang dimana para investor ini menyarankan agar pemerintah Indonesia mendukung konservasi hutan dan lahan gambut. 

Bloomberg

Media yang satu ini tidak jauh berbeda dengan New York Times,  media ini sama sama menyoroti tentang pro dan kontra disahkannya Onibus Law UU Cipta Kerja. Tapi Bloomberg tidak banyak mengkritik dalam berita yang diterbitkannya. Berita pertama yang diluncurkan oleh Bloomberg adalah pada tanggal 5 Oktober 2020 yang berisikan “ Undang-Undang baru Indonesia,  yang bertujuan untuk menyederhanakan peraturan ketenagakerjaan dan investasi,  telah disambut dengan unjuk rasa di pasar lokal dan perhatian dari investor global serta serikat pekerja”, begitulah kira kira isi berita dari Bloomberg yang berjudul “Indonesia’s Labor Law Sees Stocks Rally as Workers Protest”. Bloomberg juga memberitakan pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan tidak harus saling eksklusif, “ tulis salah satu investor yang membahas masalah tersebut dengan Bloomberg. 

Sama halnya dengan New York Times,  Bloomberg juga meluncurkan berita tentang desakan investor global kepada Pemerintah Indonesia “ Investor Global telah memperingatkan Pemerintah Indonesia akan dampak negatif pada deforestasi dan perubahan iklim yang akan terjadi dengan adanya UU tersebut. Bloomberg juga memberitakan tentang oknum yang pro terhadap UU ini,  yaitu Kamar Dagang dan Industri Indonesia ( KADIN). Hal lain yang diberitakan oleh Bloomberg adalah tentang penyediaan dana oleh pemerintah Indonesia untuk meredakan kekhawatiran para pekerja atas pesangon dan pengenalan kontrak kerja yang waktu nya tidak ditentukan. 

Reuters

Pada tanggal 5 Oktober 2020 menjadi hari yang sangat menarik perhatian para media Asing terhadap pemberitaan di Indonesia. Media Reuters tidak luput dalam pemberitaan tersebut,  media ini tertarik akan apa yang terjadi dengan peraturan UU pada pemerintahan indonesia. Pada tanggal 5 Oktober 2020 Reuters juga meluncurkan berita yang berjudul “ Global Investors warn Indonesian that jobs bill puts forests at risk “. Sama dengan 2 media di atas Reuters membahas tentang desakan investor yang mengkhawatirkan adanya dampak negatif bagi Indonesia dengan adanya Undang-Undang tersebut. 

Peter Van Der Werf sendiri berbicara mengenai penyadaran dari perlunya sebuah reformasi hukum bisnis yang ada di Indonesia. Disini dirinya mengatakan benar-benar memprihatinkan yang dilihat dari segi dampak negatif pada langkah-langkah perlindungan lingkungan tertentu yang memang akan langsung dipengaruhi oleh Omnibus Bill On Job Creation atau di Indonesia sendiri dengan Omnibus Law. Surat ini dikirimkan sebelum UU disahkan. 

CNN

Media Asing yang tidak mau ketinggalan dalam sorotan kasus terheboh di Indonesia adalah media CNN. Seperti yang kita ketahui bahwa CNN selalu meliput berita yang memang penting untuk diketahui secara Global . Sebegitu dahsyatnya pro dan kontra dalam pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja ini,  CNN meluncurkan beritanya dengan judul “ Indonesian Police Fire Water Cannon at Protester rallying against jobs Law “. Disini CNN memberitakan tentang polisi Indonesia yang membubarkan para pelaku demos dengan cara menyemprotkan gas air mata dan meriam air di kota Serang, Banten. 

CNN lebih menyoroti aksi aksi demo para pekerja dan buruh di Indonesia,  yang mana di beritanya juga dituliskan bahwa demo dan aksi unjuk rasa juga terjadi di Jakarta dan Bandung. CNN juga menuliskan bahwa Indeks saham utama naik sebanyak 1.31% dan nilai rupiah mencapai setinggi 1,28% dengan disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja. 

Channel News Asia

Berita selanjutnya ditulis oleh salah satu Media Asing yaitu Channel News Asia. Sama hal nya dengan CNN media yang satu ini lebih fokus menyoroti aksi dampak dari disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja,  Tajuk pada berita yang dibawakan oleh CNN ini seperti “ Indonesian New Omnibus Law Not Silver Bullet for Spurring Investment Experts ( Omnibus Law baru Indonesia tanpa Silver Bullet untuk Memacu Investasi: Pakar ), yang ditulis pada tanggal 6 Oktober 2020 . Tak hanya itu Channel News Asia juga menuliskan tentang Drama yang terjadi pada dewan Perwakilan Rakyat Indonesia. 

Kurang lebihnya pihak terkait yakni media CNN menuliskan mengenai Pengesahan dari UU yang dilaksanakan senin Malam mewarnai pemogokan dari sejumlah para pekerja dan juga diwarnai oleh Interupsi dari beberapa anggota parlemen. Pasalnya bisa diketahui 2 dari 9 parlemen partai yang datang menolak mentah-mentah hadirnya Omnibus Law itu sendiri  ( 6 Oktober tahun 2020  kemarin ). Channel New Asia juga membahas tentang unjuk rasa dan aksi demo yang terjadi di berbagai daerah di indonesia seperti Bandung,  Jakarta dan Surabaya.  Bahkan Channel News Asia juga memberitakan tentang aksi mogok kerja nasional yang diadakan oleh para serikat pekerja termasuk Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) pada selasa 6 Oktober sampai dengan 8 Oktober 2020.

Dari berita ini, sebenarnya masih belum benar kejelasan pastinya mengenai Omnibus Law itu sendiri. Pasalnya, para mahasiswa , anak STM dan Sebagian Buruh masih melakukan aksi penuntutan pada penolakan pengesahan RUU Cipta Kerja yang dinilai memiliki poin-poin yang sangat amat menyengsarakan para Buruh dan pekerja lainnya. Semoga, hasil jerih payah demo yang dikeluarkan oleh seluruh para Mahasiswa yang ada di Indonesia memiliki titik terang yang pasti di akhirnya.