Menghebohkan 5 Fakta Menarik Tentang Monas yang belum Banyak Diketahui

Awalnya saja sudah dibilang menghebohkan, sudah pasti ramai diperbincangkan oleh masyarakat. Tapi apa sih yang bikin heboh di Monas ini.. Pada tanggal 3 Desember 2019 pukul 07/15 WIB, Monas heboh karena berita yang beredar ada nya terjadi sebuah ledakan di kawasan tersebut. Dan saat diperiksa polisi mengatakan bahwa ledakan yang terjadi berasal dari sebuah granat asap. 

Ledakan yang cukup besar itu, telah mengakibatkan ada nya dua korban luka yaitu anggota TNI. Saat kejadian kawasan Monas ditutup untuk sementara dan dibuka lagi untuk publik pukul 10.00 WIB. Telah kita ketahui, bahwa Monas adalah suatu tujuan tempat wisata di daerah Jakarta. Monas selalu dijadikan tempat untuk jogging, dan bersantai bersama keluarga, tempat ini selalu ramai dikunjungi.

Tapi apakah kalian yang sudah sering atau pernah datang ke Monas, mengetahui beberapa fakta atau hal apa saja yang ada di Monas?? Jika kalian belum mengetahui, disini kita akan membahas beberapa fakta menghebohkan di Monas yang belum banyak diketahui oleh orang orang. Yuk mari kita simak !

5 Fakta Menarik Monas

Emas Puncak Monas Tidak dibersihkan

Jika kalian masuk ke Monas dan naik ke atas untuk melihat pemandangan kota Jakarta yang indah, kalain sudah pasti tahu paling atas Monas terdapat sebuah emas besar. Dan ternyata emas tersebut tidak pernah dibersihkan, karena emas yang ada di Monas telah diyakini telah dimandikan dengan alami oleh air hujan jadi tidak perlu dibersihkan oleh petugas kebersihan. 

Karena jika kalian ketahui ketinggian yang dimiliki Monas yaitu 132 meter, tapi harus kalian ketahui juga emas yang berada di Monas dulu sempat dibersihkan dan pembersihan tugu terakhir dilakukan pada tahun 1995 dan pada saat itu pembersihan dilakukan secara menyeluruh bahkan juga sekalian menambahkan lapisan emas Monas. Lapisan emas tersebut awalnya seberat 35 kilogram dan ditambahkan seberat 15 kilogram, berat nya menjadi 50 kilogram dibuat pada rangka Kemerdekaan Indonesia ke 50. 

Rumor Emas Monas Berbentuk Wanita

Dengan adanya berbagai macam cerita menarik tentang Monas, entah dari hal apapun itu terdapat hal yang dibicarakan yaitu emas yang berbentuk lidah api yang ada di puncak Monas. Banyak orang mengatakan jika melihat tugu Monas dari Istana Kepresidenan tugu itu terlihat seperti perempuan. 

Namun Rini Hariyani yang menjabat sebagai Kepala UPT Monas mengatakan, “ Tidak hanya dilihat dari Istana, karena memang menurut cerita yah seperti itu, dan tinggal bagaimana imajinasi kitanya saja”. Tapi sebagian besar berita yang beredar mengatakan bahwa benarnya Tugu Monas yang berbentuk lidah api itu terdapat gambar seorang perempuan dan bukanlah gambar yang abstrak lidah api semata. 

Jika kita lihat dari sisi kiri Monas yang dekat dengan Istana Presiden, Patung perempuan itu memang sengaja dibuat sebaik baiknya supaya orang yang melihat tak mengetahui secara detail atau langsung, dan Bung Karno lah yang menjadi arsitek dan penggagas membuat itu. 

Sebagian Emas Monas Sumbangan dari Saudagar Aceh

Monas merupakan proyek mercusuar yang paling prestise, yang dibangun tepat pada jantung Ibukota. Emas murni, lambang kemuliaan, dan melapisi puncaknya. Emas Monas yang memiliki berat 30 kilogram tersebut, ternyata sekitar 28 kilogram merupakan hasil sumbangan dari pengusaha yang bernama Teuku Markam yang berasal dari Aceh.

Namun banyak berita beredar dan catatan resmi, bahwa sumbangan sekitar 28 kilogram dari 38 kilogram emas Monas, yang tidak sumbangan hanya sekitar 10 kilogram saja. Dan ternyata benar, sebagian emas Monas memanglah sumbangan yang didapat dari Markam asal Aceh, tapi pada masa orde baru tahun 1966 Markam sempat dipenjara dengan banyak tuduhan dan ia bebas pada tahun 1974, namun Markam telah meninggal dunia pada tahun 1985 akibat penyakit yang dideritanya. 

Berat Emas Monas Bertambah

Monas yang kita ketahui memiliki tinggi 132 meter atau 433 kaki, Monas dibangun mulai dari 17 Agustus 1961 pada saat di bawah perintah Presiden Soekarno, kemudian dibuka untuk publik tanggal 12 Juli 1975. Tugu Monas yang dilapisi dengan emas dan melambangkan sebuah semangat perjuangan.

Pada puncak tugu Monas, pengunjung bisa menikmati pemandangan kota Jakarta yang sangat indah. Puncak Monas memiliki cawan untuk menopang nyala nya lampu perunggu dengan berat hingga 14,5 ton dan dilapisi dengan emas seberat 35 kilogram. Pada awalnya Emas Monas dilapisi emas seberat 35 kilogram, tapi pada saat ingin menyambut hari perayaan setengah abad atau 50 tahun Kemerdekaan Indonesia tahun 1995, lapisan emas Monas ditambahkan 15 kilogram dan emas tersebut sekarang beratnya menjadi 50 kilogram. 

Jadi benar jika emas yang ada di puncak Monas ini bertambah, walaupun kita ketahui bahwa emas ini awal nya mendapat sumbangan dari Teuku Markam asal Aceh, tapi Soekarno menambahkan nya saat Kemerdekaan Indonesia ke 50. 

Monas Tutup setiap Hari Senin

Pada tahun 2014 telah diberlakukan bahwa setiap hari senin Monas tutup atau tidak buka. Tapi untuk beberapa masyarakat tidak mengetahui tentang hal ini, Monas ditutup setiap hari senin ini merupakan kebijakan dari pengelola karena untuk melakukan kebersihan dan perawatan untuk semua kawasan Monas, terutama pada bagian tugu. 

Hingga tahun 2017, saat Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ia telah memerintahkan bahwa Monas akan tetap buka bila bertepatan pada hari libur nasional. Anies terima kasih untuk seluruh warga Jakarta bahkan luar Jakarta untuk masukan nya dan datang ke Monas dari pagi hari dengan akhir yang kecewa karena Monas tutup, namun untuk saat ini tidak perlu khawatir lagi Monas akan tetap buka yah di hari senin, tapi akan tutup di hari senin bila diluar libur nasional. 

Demikian diatas telah kita bahas beberapa fakta menarik tentang Monas yang belum banyak diketahui oleh masyarakat sekitar. Mulai dari awal pembangunan Monas, berat emas yang ada di puncak tugu Monas, dan bahkan ternyata emas tersebut terdapat sumbangan dari Aceh. 

Tapi jika kalian berlibur ke Ibukota Jakarta, bukan hanya Monas saja yang bisa kalian kunjungi ada berbagai macam tempat wisata lain di Jakarta yang tidak kalah menarik.