Fakta Vaksin Sinovac Untuk Virus Corona di Indonesia

Indonesia negara yang dimana merupakan salah satu dari yang  menjadi sebuah lokasi yang dari uji klinis yang sudah masuk ke dalam tahap ketiga  dari adanya vaksin sinovac. Vaksin ini sendiri yang ditujukan sebagai salah satu yang digunakan untuk menghadapi virus corona. Vaksin sinovac ini sendiri adalah vaksin yang juga dipercaya untuk dapat menghasilkan sebuah antibodi  yang ada di tubuh koresponden.

Hal tersebut  yang dimana menjadi salah satu hal yang nantinya akan berdampak baik bagi upaya yang digunakan untuk dapat melawan virus corona. Dimana pertama kali virus ini sendiri adalah virus yang ditemukan dan juga muncul di Wuhan, Tiongkok, yaitu pada Desember 2019. Sebab, dengan adanya sebuah antibodi, yang dimana menjadi salah satu hal yang nantinya juga akan menghalangi SARS-CoV 2 yang  juga berupaya virus yang menginfeksi sel paru, proses awal virus yang dimana nantinya juga akan merusak tubuh.

Fakta Vaksin Sinovac Untuk Virus Corona

Hasil dari sebuah penelitian yang dimana juga melaporkan bahwa tidak adanya sebuah efek samping yang cukup parah yang  dimana terjadi pada subjek penelitian yang ada di tahap dua. Dari tahap dua itu  yang dimana juga  menjadi salah satu yang sudah diketahui bahwa sistem kekebalan tubuh yang dimana nantinya juga menjadi salah satu yang juga akan menginduksi untuk dapat menetralisir antibodi yang dimana ada di dalam tubuh selama 14 hari yang dimana dalam hal ini sendiri setelah dilakukan sebuah vaksinasi.

Untuk anda yang juga penasaran dengan vaksin ini maka dalam artikel ini akan dibahas tentang beberapa fakta yang ada mengenai vaksin sinovac yang diketahui menjadi vaksin yang digunakan untuk dapat melawan virus corona yang ada di Indonesia. 

Harga Vaksin

Bio Farma sendiri yang dimana selaku calon produsen yang juga sudah menetapkan harga vaksin ini. Sekretaris yang ada dari Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto sendiri yang dimana memperkirakan bahwa harga vaksin virus corona sendiri yang dimana  bakal dijual di angka Rp 73.250 hingga dengan harga Rp 146.500 untuk per dosis. Namun dimana nantinya belum mengeluarkan sebuah harga resmi yang digunakan untuk dapat membeli vaksin ini. 

Waktu Pendistribusian

Melansir dari sebuah berita yang ada dari kompas, Ketua Ketua Konsorsium Penelitian dan juga Inovasi Covid-19 dan juga Kementerian Riset dan juga Teknologi Ali Ghufron yang dimana dalam hal ini sendiri tyang Mukti mengatakan, pihaknya sendiri yang dimana dalam hal ini sendiri yang juga butuh waktu satu tahun untuk  dapat memvaksin semua warga yang dimana memang membutuhkan.

Perkiraan itu sendiri yang dimana adalah sebuah pemikiran yang dimana menjadi salah satu yang berdasarkan dengan menggunakan rumus yang digunakan untuk dapat menghitung orang yang dimana nantinya akan membutuhkan vaksin virus corona. Formula ini  sendiri yang dimana menjadi salah satu yang diyakini Ali Ghufon, satu orang yang dimana bisa menularkan virus ke tiga orang.

Kemudian, yang dimana diketahui dikalikan dua pertiga jumlah penduduk  yang ada Indonesia yang  dimana nantinya akan mencapai 260 juta jiwa. Artinya, dimana dalam hal ini sendiri yang akan dibutuhkan 176 juta dosis vaksin untuk virus corona.

Segera Mendapat Label Halal dari MUI

Bio Farma sendiri yang dimana selaku calon produsen yang juga nantinya mereka akan secepatnya melakukan sebuah sertifikasi halal yang ada kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI). Corporate Secretary Bio Farma yang dimana aadalah Bambang Heriyanto, sendiri yang dirinya mengatakan, vaksin ini sendiri yang diketahui menggunakan bahan baku halal.

Tapi untuk spesifikasinya, sendiri yang dimana itu semua merupakan sebuah kewenangan yang di dapat dari MUI. Mereka sendiri yang dimana juga akan menentukan akan vaksin tersebut halal atau tidak nantinya. Terkait sebuah proses yang dimana hal ini sendiri adalah salah satu hal yang dimana tergantung dengan sebuah sistem. karena perlu adanya sebuah proses dan juga lainnya. Bahkan tim Indonesia baik MUI atau juga POM, yang dimana sekarang ini harus mengaudit vaksin ini. 

Ridwan Kamil Jadi Relawan Vaksin

Gubernur Jawa Barat, yaitu Ridwan Kamil yang dimana dirinya menjadi salah satu orang yang sudah mendaftarkan diri sebagai seorang relawan untuk dapat mencoba vaksin virus corona. Beliau yang dimana juga punya sebuah alasan kenapa dirinya berhasil mendaftarkan diri yaitu sebagai salah seorang relawan, yakni sebagai salah satu hal yang digunakan untuk dapat membendung berita hoaks yang ada tentang adanya soal covid-19.

Dimana supaya kita sendiri yang akan memanage komunikasi publik juga yang digunakan untuk dapat mengurangi semua hoaks dan juga kekerasan yang sekarang ini tengah menyebar luas. Dimana bukan hanya ridwan kamil yang mendaftarkan dirinya sebagai salah satu dari relawan. Sehingga dalam hal ini sebagai relawan yang ada dari 1600 sehingga hal ini dapat dilakukan agar menurunkan banyak spekulasi yang tidak perlu.

Dengan sebuah keikutsertaan sebagai seorang relawan, kang emil sendiri yang dimana berharap tidak ada masyarakat lati yang nantinya akan metahuman vaksin sinovac ini. Jadi jika biasanya vaksin itu akan tiga kali uji klinis. Dua kali nantinya akan di tes Negara produsennya.  

Vaksin Covid-19 Perbesar

Menteri BUMN pada saat itu yaitu Erick Thohir yang dimana pada saat itu dirinya meninjau langsung laboratorium dan juga fasilitas produksi yang ada dari Bio Farma untuk dapat memastikan tentang sebuah kesiapan yang ada dari uji klinis fase dari 3 calon vaksin Covid-19 yang ada dari hasil kolaborasinya bersama dengan Sinovac yang ada di Bandung, Jawa Barat.

Relawan Dapat Asuransi

Manajer dan juga Lapangan Uji Klinis Vaksin covid-19 yaitu Eddy Fadlyana yang dimana pada saat itu mengatakan, dalam sebuah pengujian ini dimana pihaknya sendiri menjadi salah satu yang sudah bekerjasama dengan PT Asuransi Umum yaitu Bumiputera Muda pada 1967 (Bumida) sebagai salah satu dari pemberi asuransi.

Lewat asuransi ini, sendiri dimana semua keluhan dan juga semua kesehatan yang ada dari tingkat ringan sampai dengan tingkatan yang berat yang dimana dalam hal ini sendiri akan terlingkupi dengan selama periode dari sebuah penelitian yang berlangsung. Jadi semua jenis penyakit ringan sampai dengan berat selama dalam masa periode penelitian.

Ujian kesehatan peserta yang juga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan selama penelitian atau sekitar 6 bulan setelah pemberian vaksin tersebut berakhir. Selain itu dimana para calon relawan juga yang nantinya akan mendapatkan pemeriksaan rapid test dan juga swab yang ada secara gratis.

Selain Indonesia, Negara lain yang Juga Uji Coba Vaksin Sinovac

Selain di Indonesia sendiri dimana ada juga beberapa negara lainnya yang dimana juga melakukan sebuah uji klinis yang ada pada tahap ketiga vaksin covid-19 yang dimana vaksin ini sendiri dikembangkan oleh Sinovac. Beberapa negara tersebut yang dimana ialah Bangladesh dan juga Brasil.

Bangladesh sendiri yang dimana telah menyetujui sebuah uji klinis yang ada pada sebuah tahap kedua dari sebuah vaksin covid-19 Sinovac. Rencananya, uji klinis yang akan di lakukan di Bangladesh ini sendiri yang akan dilakukan oleh sebuah Pusat Penelitian dari Penyakit Diarrheal Internasional yang ada Bangladesh (ICDDR, B) yaitu pada bulan Agustus 2020 dengan melibatkan 4.200 relawan.

Sementara itu, di Brasil juga yang dimana dilaporkan akan menjadi salah satu negara yang juga akan ikut serta dalam sebuah klinis yang ada pada tahap ketiga tersebut. Badan Regulasi Kesehatan yang ada di Brazil (ANVISA) yang dimana badan ini sendiri bekerja sama dengan sebuah  Pusat dari Penelitian Biologi yang Brasil yakni di Instituto Butantan yang mana  telah memberikan sebuah izin uji klinis yang ada di tahap ketiga tersebut.

Itulah beberapa fakta fakta yang ada tentang vaksin Sinovac yang merupakan vaksin dari virus Covid 19. Dengan maraknya beberapa info negatif tentang vaksin ini sendiri mengalami banyak pengujian, dengan adanya juga para relawan yang bersedia untuk anti virus ini maka diharapkan masyarakat dapat menyambutnya dengan baik.